Ringkasan Berita
Mbak Wali mengapresiasi dedikasi kader pada Jambore Harganas dan HAN 2026.
Keluarga tangguh dinilai menjadi fondasi lahirnya generasi sehat dan berdaya saing.
Tema Harganas 2026 mengangkat pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak.
Kota Kediri mencatat berbagai capaian nasional di bidang pembangunan keluarga.
Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi dedikasi para kader yang selama ini berperan aktif mendampingi masyarakat dalam membangun keluarga yang tangguh. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Jambore Kader dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di GOR Jayabaya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali, keluarga merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh kader di Kota Kediri. Saya yakin dari keluarga yang tangguh akan lahir generasi yang cerdas, sehat dan berdaya saing. Nantinya generasi ini yang bisa membawa negara menjadi lebih maju lagi,” ujarnya.
Harganas Jadi Pengingat Pentingnya Peran Keluarga
Mbak Wali menegaskan peringatan Harganas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengingat kembali pentingnya keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Menurutnya, keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi yang memiliki kualitas kesehatan, pendidikan, serta karakter yang baik.
Pada Harganas tahun ini diangkat tema “Ayah Wajib Hadir” sebagai pengingat bahwa kehadiran ayah tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus hadir dalam proses tumbuh kembang anak.
“Kita sering kali sibuk menyiapkan masa depan anak. Tetapi lupa menikmati proses tumbuh kembang mereka hari ini,” ujarnya.
Kader Berperan Cegah Bullying dan Kekerasan Anak
Karena bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Mbak Wali juga mengajak seluruh kader untuk semakin aktif memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya secara optimal.
Ia menyoroti masih adanya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak yang membutuhkan perhatian bersama.
“Banyak sekali anak-anak jadi korban bullying dan kekerasan. Oleh karena itu, kader ini punya peran penting sebagai agen perubahan. Kader ini bisa memberikan edukasi dan bagaimana cara pengasuhan yang baik serta mendapatkan gizi yang sesuai,” tegasnya.
Mbak Wali berharap kegiatan tersebut menjadi penyemangat baru bagi seluruh kader untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri.
Kota Kediri Catat Berbagai Prestasi Nasional
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Muhammad Fajri, menjelaskan Jambore Kader bertujuan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun keluarga berkualitas, meningkatkan perlindungan anak, sekaligus memberikan apresiasi kepada kader, penyuluh, dan satuan pendidikan.
Hingga Juni 2026, Kota Kediri mencatat sejumlah capaian positif, di antaranya:
Indeks Pembangunan Keluarga mencapai 78,2, melampaui target nasional sebesar 61.
Pendampingan keluarga berisiko stunting telah mencapai 100 persen dari sasaran melalui kunjungan rutin Tim Pendamping Keluarga.
Kota Kediri meraih predikat Kinerja Terbaik Nomor 2 se-Indonesia.
Kampung KB telah terklasifikasi berkelanjutan di empat kelurahan, dengan Kampung KB Ketami meraih Juara II tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 12 satuan pendidikan memperoleh predikat Sekolah Siaga Kependudukan Klasifikasi Paripurna.
Kota Kediri menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota terbaik yang menyelesaikan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan.
Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pembangunan keluarga.
Kegiatan diikuti penyuluh KB, Kader IMP Bangga Kencana, Tim Pendamping Keluarga, Satgas PPA, Forum GenRe, Forum Anak, serta dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, kepala perangkat daerah terkait, perwakilan TP PKK, dan tamu undangan lainnya. [nm/but]






