Sampang (beritajatim.com) – Kabupaten Sampang memastikan tidak ada pengurangan jam belajar di sekolah selama bulan Ramadan 2026 demi menjaga produktivitas akademik seluruh siswa. Aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung normal dengan penguatan kegiatan religius untuk membentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang, Masudi Hadi Wijaya, menegaskan bahwa kalender akademik berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kegiatan belajar efektif bagi para siswa dimulai pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026 mendatang.
Menurut Masudi, suasana Ramadan bukan menjadi alasan bagi satuan pendidikan untuk menurunkan produktivitas akademik dalam proses pembelajaran harian. Sebaliknya, bulan suci ini merupakan momentum strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dan pembinaan akhlak secara mendalam ke dalam kelas.
“Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (20/2/2026). Ia memastikan bahwa seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Cabdindik Jatim Wilayah Sampang wajib mengikuti instruksi tersebut.
Setiap satuan pendidikan diberikan keleluasaan penuh untuk merancang program keagamaan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masing-masing. Langkah ini diambil agar penguatan spiritual tetap berjalan beriringan tanpa mengabaikan target capaian kurikulum yang sudah direncanakan sebelumnya.
Sejumlah kegiatan yang dianjurkan oleh dinas meliputi salat duha berjamaah serta tadarus Al-Qur’an sebelum atau setelah jam pelajaran usai. Sekolah juga diminta memberikan penekanan lebih pada penguatan pendidikan akhlak untuk membangun integritas moral siswa sejak dini.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga ritme akademik sekaligus menciptakan atmosfer Ramadan yang edukatif dan kondusif bagi guru maupun siswa. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem pendidikan berkualitas yang tetap adaptif terhadap nilai-nilai religi.
“Nilai keagamaan harus menjadi bagian dari proses belajar, bukan sekadar kegiatan tambahan,” tambahnya. [sar/beq]






