Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi patok target belanja Wisata mencapai Rp 1 Triliun pada tahun ini. Target ini tentunya bukan tanpa alasan, karena potensi wisata di Banyuwangi terbilang memadai.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara tegas menyampaikan target tersebut kepada Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Ipuk menyebut, target itu mau tidak mau harus tercapai hingga kahir tahun mendatang. “Saya minta target belanja wisata kita harus ditingkatkan. Tahun ini harus bisa mencapai Rp 1 Triliun,” katanya, Senin (10/1/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata-banyuwangi”]
Ipuk menilai, daerahnya memiliki segalanya untuk mencapai traget itu. Apalagi, saat ini banyak destinasi wisata dan infrastuktur pendukung sudah memadahi. “Semua harus bisa bekerjasama bersinergi untuk mencapai target itu. Bagaimana caranya agar wisatawan ini bisa berlama-lama di Banyuwangi. Kalua sebelumnya mungkin hanya satu hari atau dua hari, itu bisa ditingkatkan harus menjadi 3 hari dua malam,” ujarnya.
Dampaknya, kata Ipuk, perputaran roda ekonomi menjadi tumbuh dan meningkat. Kondisi itu tentunya dapat menjadi indikator untuk mendongkrak nilai belanja pariwisata di daerahnya. “Kami nanti akan bangun akses pariwisatanya, membangun UMKM dan membangun infrastruktur. Seperti infrastruktur jalan, mulai dari kota hingga ke desa. Tahun ini akan ada seribu padat karya dan pembangunan jalan,” terangnya.
Termasuk, kata Ipuk, menyangkiut tentang perijinan. Karena menurutnya sektor ini menjadi langkah penting dalam membangun daerah. “Karena, perijinan berhubungan dan mendukung percepatan investasi di Banyuwangi,” jelasnya.
Gerakan anak muda dan permepuan menjadi langkah selanjutnya untuk mendukung target itu. “Tumbuhnya semangat muda, ekosistem anak muda dan sosioprenuer akan menambah peluang baru, lapangan baru bagi mereka. Termasuk peranan kalangan perempuan,” pungkasnya. [rin/suf]






