Banyuwangi (beritajatim.com) – Selain para lansia di Desa Jambesari, Kecamatan Giri yang bekerja di rumah produksi telur asin, ternyata ada lansia yang bekerja di tempat lain.
Kali ini, ada belasan lansia yang mengadu sisa tenaganya di usaha pembibitan tanaman, Dulur Tani, di Dusun Lebak, Desa Grogol juga memberdayakan para lansia.
Total ada 18 lansia yang bekerja di lahan pertanian milik Samsuri itu. Menurut keterangan sang pemilik lahan, sengaja berdayakan para lansia untuk menambah pendapatan mereka daripada hanya berdiam diri di rumah.
“Saya ajak untuk bekerja ternyata mereka mau dan malah senang,” kata Samsuri.
Dia mengaku, para pekerja lansia itu mengerjakan hal mudah. Di antaranya, membuat media tanam yang terbuat dari tanah. Meski demikian, pihaknya memberikan pelatihan cara membuat media tanam yang baik.
“Kami membantu karena kemanusiaan. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah karena terus memberikan kami pendampingan dan pelatihan, sehingga terus berkembang,” jelasnya.
Di lokasi tersebut tersedia berbagai macam jenis bibit. Mulai dari cabai besar, cabai kecil, tomat, hingga terong. Dalam sebulan mereka bisa produksi 120.000 bibit tanaman tiap bulan.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merespon pemandangan lansia bekerja tersebut. Menurutnya, Pemkab Banyuwangi juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia.
Di antaranya, pemberian makanan bergizi gratis melalu program Rantang Kasih, jemput bola pemeriksaan kesehatan, Posyandu Terintegrasi yang melakukan pemeriksaan bagi para lansia, dan berbagai program lainnya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kami minta apabila masyarakat menemukan lansia yang tinggal sebatang kara, atau ada anak putus sekolah melapor ke desa atau kecamatan, agar segera mendapat tindakan,” pinta Ipuk. (rin/but)






