Bojonegoro (beritajatim.com) – Jelang tahun ajaran baru, warga Bojonegoro ramai-ramai menjual perhiasan emas mereka. Mereka memerlukan dana untuk membeli keperluan seputar sekolah bagi buah hatinya.
Pemilik toko emas Saerah di pasar tradisional Kota Bojonegoro, Heri Tedjo Purnomo mengatakan, selama dua pekan terakhir terjadi tren masyarakat menjual perhiasan. Hal itu diperkirakan karena memasuki musim tahun ajaran baru sekolah.
“Menjelang tahun ajaran baru sekolah ini banyak yang jual perhiasan emas. Tetapi karena tanggal muda juga banyak yang beli,” ujarnya, Rabu (10/7/2024).
Tiga bulan terakhir harga emas mengalami kenaikan. Namun, pada minggu ini kondisinya cenderung stabil. Harga emas kadar 24 karat atau emas murni ini dari harga standar sebelumnya berkisar Rp900 ribuan naik hingga Rp1,1 jutaan per gram.
“Tapi kami hanya menjual yang 8 karat, sejenis perhiasan. Per gram untuk emas perhiasan ini dengan harga Rp450 ribu sampai Rp480 ribu,” tambahnya.
Adanya kenaikan harga emas ini, sehingga berdampak pada sisi pembelian. Masyarakat yang seharusnya akan membeli emas lebih berat, kini dikurangi. “Jadi sebagian besar pembelian per gramnya ini dikurangi,” pungkasnya. [lus/beq]






