Pasuruan (beritajatim.com) – Pertandingan liga 3 PSSI Jatim putaran kedua antara Persekabpas dan Mitra Surabaya berakhir dengan skor imbang 2-2. Pada awal pertandingan kedua kesebelasan bermain saling serang dan melancarkan beberapa tendangan ke masing-masing gawang lawan.
Namun selama 45 menit berlangsung, kedua kesebelasan tak ada yang mampu mencetak gol. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit Eko Wahyudi keduanya bertahan dengan skor 0-0.
Setelah turun minum kedua kesebelasan melanjutkan pertandingan di stadion R Soedarsono, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Tak berlselang lama dari peluit dibunyikan, hujan deras mengguyur stadion. Namun kedua kesebelasan tak gentar dan terus melakukan jual beli serangan satu sama lain.
Pada babak kedua ini, Mitra Surabaya berhasil mengungguli dan menjebol gawang Persekabpas dengan skor 2-0. Kedua gol yang dicetak oleh Mitra Surabaya ini berasal dari tendangan Dhani dan Tegar.
Tertinggal dua gol, Persekabpas terus menunjukkan permainan yang agresif dan ngeyel selama pertandingan. Namun, pada menit ke 72, pemain Mitra Surabaya melakukan kesalahannya di dalam kotak pinalty, sehingga Persekabpas mendapatkan peluang emas.
Peluang emas ini berhasil dicetak oleh kapten kesebelasan Persekabpas, Ricko sehingga skor berubah menjadi 2-1. Tak berselang lama dan hanya membutuhkan waktu delapan menit, Persekabpas berhasil memasukkan bola kegawang lawan melalui kaki Novi Atmaja.
Dengan masuknya bola ke gawang Mitra Surabaya, Persekab berhasil menahan imbang Mitra Surabaya dengan skor 2-2. Hingga pluit babak pertandingan dibunyikan oleh wasit skor tak berubah.
Permainan yang ngeyel dari kedua kesebelasan ini memaksa wasit utama mengeluarkan tujuh kartu kunging. Dari tujuh kartu kuning tersebut dua kartu kuning diberikan kepada pemain Persekabpas dan lima lainnya diberikan ke pemain Mitra Surabaya.
Menanggapi anak asuhnya sempat tertinggal 2-0 pada awal babak kedua Subangkit yang merupakan pelatih Persekabpas akan melakukan evaluasi kembali. Bangkit mengatakan bahwa kesebelasan yang dibawahinya ini terlalu menganggap remeh lawan.
“Bisa jadi, anak-anak ini terlalu menganggap remeh musuh, sehingga ini akan jadi bahan evaluasi kita untuk kedepannya. Untuk sisa pertandingan nantinya kami akan melakukan rotasi pemain,” katanya Rabu (13/12/2023).
Sementara itu, pelatih Mitra Surabaya, Bambang Pujo Sumantri mengatakan bahwa dirinya sudah sangat puas dengan performa anak asuhnya. Namun Bambang menyayangkan wasit pada pertandingan kali ini yang dinilai tidak adil.
“Waktu diputaran pertama melawan Persekabpas, kami sangat legowo karena memang wasitnya adil. Tapi kalau pertandingan kali ini, kami sangat menyayangkan sikap wasit yang kurang adil. Contohnya tadi waktu pinalty, semua pasti bisa liat sendiri tadi gimana,” sayangnya.
Dengan hasil pertandingan kali ini, Persekabpas sudah bisa dipastikan lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan Mitra Surabaya masih akan menghadapi pertandingan lagi melawan PSPK Pasuruan. (Ada/ian)






