Tuban (beritajatim.com) – Menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur tahun 2025 yang akan digelar pada Juni-Juli mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban tengah mematangkan persiapan. Total anggaran sebesar Rp3 miliar telah digelontorkan untuk mendukung pelaksanaan dan pembinaan atlet. Selasa (15/4/2025).
Kepala Disbudporapar Tuban, M. Emawan Putra menyampaikan bahwa segala bentuk persiapan sudah selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat Porprov merupakan tahapan menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Puslatkab itu sudah kita mulai tahun lalu, sasaran utamanya mereka yang berhasil mendulang medali pada Porprov 2 tahun lalu,” ujar M. Emawan Putra.
Emawan juga menegaskan bahwa atlet yang telah menunjukkan prestasi dalam Kejurnas maupun Kejurprov turut dimasukkan dalam Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab), termasuk cabang olahraga unggulan seperti angkat berat.
“Di antaranya cabor potensi yakni angkat berat yang berhasil menyabet juara umum pada Kejurprov tahun lalu,” terang Emawan.
Ia menambahkan bahwa Puslatkab bertujuan meningkatkan intensitas latihan para atlet. Namun, keikutsertaan dalam Puslatkab tidak menjamin otomatis lolos ke Porprov karena evaluasi rutin akan dilakukan oleh Satuan Pelaksana (Satlak) KONI Tuban.
“Untuk anggaran yang dipersiapkan sekitar Rp3 miliar, meliputi kegiatan Puslatkab, operasional kegiatan selama Porprov dan nutrisi bagi atlet,” kata Emawan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kesiapan teknis telah diupayakan secara maksimal, namun pihaknya mewaspadai potensi persoalan nonteknis seperti pembelian atlet oleh daerah lain, sebagaimana terjadi pada Porprov sebelumnya.
Meski begitu, pihaknya bersama KONI Tuban tetap berkomitmen mengoptimalkan potensi atlet lokal untuk mencapai target masuk 10 besar dalam ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
“Karena ajang Porprov ini merupakan ajang bergengsi bagi kabupaten atau kota di Jawa Timur, kami juga evaluasi, kekurangan atlet kita pada Porprov sebelumnya yaitu stamina, mental dan jam terbang, itulah yang akan kita perbaiki tahun ini,” bebernya.
Ketua KONI Tuban, dr. Ferryzal Okvianda Mundrajat menambahkan bahwa saat ini pihaknya telah mendaftarkan 51 cabang olahraga, namun jumlah tersebut bisa menyusut sesuai hasil seleksi selama Puslatkab berlangsung.
“Bulan lalu sudah kita kumpulkan semua cabor untuk mengirimkan calon atlet yang rencananya akan didelegasikan dalam Porprov Jatim tahun ini,” ungkap Dokter Ferryzal sapanya.
Ia juga memastikan bahwa proses pembinaan masih terus berlangsung dan calon atlet dari cabor unggulan terus dipersiapkan secara optimal.
“Sampai saat ini pembinaan terus berjalan, dari beberapa cabor unggulan dan potensial kita godog dalam Puslatkab,” tutup dokter RS Medika itu. [ayu/beq]






