Wakil Bupati Djoko Susanto menyebut anggaran menjadi problem pengelolaan sampah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia ingin mulai ada perhatian serius terhadap pengelolaan sampah di Jember.
KUMPULAN BERITA penanganan sampah Jember
Lima tahun lagi tempat pembuangan akhir (TPA) di Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak akan mampu lagi menampung sampah. Saat ini ketinggian sampah mencapai 26 meter.
Perayaan malam tahun baru di kawasan alun-alun Jember Nusantara, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghasilkan 3,7 ton sampah. Mayoritas sampah tersebut adalah plastik dan sisa makanan.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengkritisi rencana pengalihan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kencong dan Tanggul menjadi TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu).
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar tahun ini untuk pengadaan alat pengolah sampah tahun ini. Ini bagian dari komitmen mengurangi timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) secara bertahap.
Bupati Hendy Siswanto mengakui masih banyak desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang belum terjangkau layanan kebersihan. Ia menilai perlu ada sinergi kolaboratif.
Penghargaan itu bisa untuk kelurahan atau desa yang memiliki sistem pengelolaan sampah terbaik, atau untuk individu yang berhasil mengurangi sampah rumah tangga.
Pengelolaan sampah di Kabupaten Jember, Jawa timurm membutuhkan sistem terintegrasi dan inovasi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyarankan Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan swasta.
Produksi sampah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini mencapai 1.200 ton per hari.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember
Jember (beritajatim.com) – Penanganan sampah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memerlukan partisipasi masyarakat 248 desa dan kelurahan. Bank sampah di…







