Jember (beritajatim.com) – Perayaan malam tahun baru di kawasan alun-alun Jember Nusantara, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghasilkan 3,7 ton sampah. Mayoritas sampah tersebut adalah plastik dan sisa makanan.
Dari 3,7 ton sampah tersebut, sebanyak 1,3 ton diangkut truk Dinas Cipta Karya Jember dan 2,4 ton diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember. “Kami berbagi tugas. Sampah di dalam alun-alun ditangani Cipta Karya. Sementara sampah di jalan yang melingkari alun-alun diangkut DLH,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember Sugiyarto, Rabu (1/1/2025).
Dibandingkan dengan berat sampah yang diproduksi saat momen Jember Fashion Carnaval, sampah di alun-alun relatif sedikit. Sampah yang diproduksi penonton JFC bisa mencapai 11,7 ton yang diangkut sembilan unit truk. Banyak sampah sisa makanan seperti daun dan bonggol jagung.
“Sementara kebanyakan sampah di dalam alun-alun saat perayaan malam tahun baru adalah tikar plastik. Banyak, cuma ringan. Sampah paling banyak di depan kantor Pemkab Jember Jalan Sudarman,” kata Sugiyarto. Sampah-sampah itu diangkut tiga unit truk.
Sampah-sampah tersebut dibawa tempat pembuangan akhir di Kecamatan Pakusari untuk dipilah dengan menggunakan mesin. “Karena banyak plastiknya, sayang jika langsung dibuang ke tempat pembuangan,” kata Sugiyarto.
Dinas Lingkungan Hidup Jember pernah mengampanyekan penukaran sampah plastik dengan bibit pohon pada perayaan Hari Pengelolaan Sampah Nasional 2024. “Kami konsepkan namanya sedekah sampah. Lalu ada konsep lagi, orang yang sudah punya kesadaran mengambil sampah plastik kami beri sesuatu yakni tanaman. Ini salah satu cara kita melindungi lingkungan kita,” kata Sugiyarto, sebagaimana diberitakan Rabu (21/2/2024).
Sugiyarto menekankan prinsip edukasi. “Ini karena karakter masyarakat di Jember masuk kategori masyarakat yang belum sadar lingkungan. Banyak yang membuang sampah di sungai, di jalan. Untuk mengubah itu, bagaimana kita ubah pola pikir masyarakat. Kami tidak hanya melakukan di hilir, tapi juga di hulu,” katanya. [wir]






