Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengakui masih banyak desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang belum terjangkau layanan kebersihan. Ia menilai perlu ada sinergi kolaboratif.
“Berdasarkan kondisi faktual di lapangan, memang masih banyak ditemukan adanya tumpukan sampah, terutama sampah plastik di daerah pedesaan yang belum terjangkau pelayanan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Jember,” kata Hendy, dalam Sidang Paripurna Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022, di gedung DPRD Jember, Jumat (16/6/2023) malam.
Tumpukan sampah ini tak lepas pula dari rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Diperlukan adanya sinergi yang kolaboratif antar stakeholder untuk bersama-sama menanganinya,” kata Hendy.
Ada beberapa langkah yang bisa diambil. Pertama, melakukan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat melalui gerakan yaitu mengurangi, memilah dan mendaur ulang sampah. “Melaksanakan GPBLHS atau Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah, sehingga terbentuk agen perubahan dari peserta didik yang diharapkan mampu melakukan perubahan di keluarganya,” kata Hendy.
Langkah berikutnya adalah optimalisasi pelaksanaan peraturan daerah tentang pengelolaan sampah dan peraturan daerah tentang tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, menurut Hendy, diperlukan keterlibatan masyarakat dan berbagai instansi lain untuk saling berkolaborasi dan terintegrasi. Dengan demikian penanganan kebersihan lingkingan menjadi lebih terfokus
“Keempat, pengelolaan sampah plastik dengan melakukan pengurangan dari sumbernya seperti pembatasan kantong plastik di minimarket dan supermarket melalui penerbitkan peraturan bupati. Kelima, optimalisasi peran desa dengan pembangunan TPS (tempat pembuangan sampah, red) dan bank sampah untuk mengelola sampahnya sendiri,” kata Hendy.
Sebelumnya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jember mengkritik persoalan lingkungan di desa. “Data penelitian menyatakan bahwa sekitar 60 persen desa di Jember mengalami masalah pengelolaan sampah yang tidak memadai. Sampah berserakan di jalan dan area sekitarnya, menyebabkan penumpukan dan mencemari lingkungan. Hal ini berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat setempat dan menciptakan kondisi yang tidak nyaman,” kata Ketua Fraksi PKB Sunarsi Khoris. [wir]






