Jember (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar memberikan insentif atau penghargaan bagi masyarakat yang aktif dalam program pengelolaan sampah.
Penghargaan itu bisa untuk kelurahan atau desa yang memiliki sistem pengelolaan sampah terbaik, atau untuk individu yang berhasil mengurangi sampah rumah tangga. “Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program pengelolaan sampah sangat penting untuk menciptakan kesadaran lingkungan dan kepedulian terhadap masalah ini,” kata Sri Winarni, juru bicara Fraksi PKB DPRD Jember, ditulis Minggu (9/4/2023).
Edukasi dan sosialisasi berupa kampanye pengurangan sampah, pelatihan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, dan penggunaan media sosial harus terus dilakukan. “Partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah juga dapat ditingkatkan dengan meningkatkan aksesibilitas fasilitas pengelolaan, seperti tempat sampah yang mudah dijangkau dan program pengambilan sampah yang teratur dan efisien,” kata Winarni.
PKB menyarankan agar masyarakat diberikan fasilitas dan kemudahan dalam mengelola sampah di rumah tangga atau tempat kerja. “Pemerintah dapat melibatkan berbagai pihak dalam program pengelolaan sampah, seperti pelaku usaha atau organisasi lingkungan, dalam meningkatkan partisipasi masyarakat itu,” kata Winarni.
Kolaborasi antarpihak penting untuk membantu peningkatan efektivitas dan efisiensi program pengelolaan sampah. Dengan kerjasama ini, lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat bisa terwujud.
“Pemerintah perlu memberikan dukungan finansial dan teknis bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu, dalam mengembangkan program pengelolaan sampah di wilayahnya. Dukungan finansial dan teknis ini dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan inovasi dan solusi pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan,” kata Winarni.
Pendidikan dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam integrasi sistem pengelolaan sampah secara holistik. “Masyarakat perlu diberikan edukasi tentang cara pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta diajak untuk aktif dalam memilah sampah dan mengurangi sampah yang dihasilkan di rumah,” kata Winarni.
PKB mendukung integrasi sistem pengelolaan sampah secara holistik. PKB mengingatkan, perlu perencanaan yang matang dan terintegrasi, yang mencakup seluruh tahapan mulai dari pengumpulan sampah hingga pembuangan akhir. “Perencanaan ini harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan, agar program pengelolaan sampah dapat berjalan secara efektif dan efisien,” kara Winarni.
Selain itu, perlu dilakukan peningkatan kualitas pengumpulan sampah dengan jadwal pengumpulan yang teratur, pemilahan sampah yang tepat, dan penggunaan kendaraan pengangkut yang aman dan layak. Pemilahan, pengolahan, dan pembuangan akhir sampah yang terkelola dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan bagian dari sistem terintegrasi itu.
“Hal ini mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos, sampah non-organik menjadi bahan daur ulang, dan penggunaan teknologi pengolahan sampah menjadi energi,” kata Winarni.
Tak kalah penting adalah pengawasan dan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa program pengelolaan sampah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. “Diperlukan pengawasan yang ketat untuk mengevaluasi efektivitas program dan menentukan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan. Dengan implementasi sistem pengelolaan sampah secara holistik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari,” kata Winarni. [wir]






