Jember (beritajatim.com) – Produksi sampah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini mencapai 1.200 ton per hari.Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember akan membeli empat unit mesin pemilah sampah.
Setiap hari DLH Jember hanya bisa mengangkut 360 ton sampah organik dan anorganik. “Jumlah sampah kita besar. Kalau kita memilah secara manual, tidak mampu. Mesin tersebut selain memilah sampah organik dan anorganik, juga bisa menjadi mesin pembubur. Sebelum sampah organik ini kembali ke alam, kita buat siklus dulu untuk menghasilkan uang. Itu akan kita lakukan,” kata Kepala DLH Jember Sugiarto, ditulis Selasa (21/2/2023).
Sampah organik ini bisa menjadi bahan baku untuk pabrik pupuk organik yang akan didirikan pemerintah daerah. “Kami siap bahan bakunya. Mau yang berbentuk kasgot dari magot atau pun hasil pemilahan mesin pemilah kita. Kita siap mau berapa ratus ton, karena kita ada 360 ton sampah (yang diangkut setiap hari),” kata Sugiarto.
[berita-terkait number=”3″ tag=”dlh-jember”]
Bukan hanya sampah anorganik, penanganan sampah organik membutuhkan perhatian serius. Tri Ratnasari, Ketua Tim Lingkungan Universitas Jember, menyampaikan, timbulan sampah organik secara nasional adalah 38,4 juta ton per tahun atau sekitar 60 persen dari populasi di Indonesia.
Sumber terbanyak secara nasional berasal dari rumah tangga, yakni sekitar 48 persen, dan pasar tradisional sekitar 24 persen. Terbesar adalah sampah makanan. Rata-rata setiap orang di Indonesia membuang 300 kilogram makanan ke tempat sampah setiap tahun. Ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua terbesar dalam hal pembuangan sampah makanan setelah Arab Saudi. [wir/ted]






