Sebanyak 59 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilaporkan masih hilang di tengah insiden musibah bangunan tiga lantai dan musala runtuh
KUMPULAN BERITA headline
Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan tiga lantai di Lembaga Pesantren Al Khoziny, Buduran, terus mendapat perhatian serius dari aparat keamanan.
Proses pencarian korban tertimbun runtuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat
Tangsian pecah, suasana haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Menjelang berakhirnya masa golden time 72 jam, Tim SAR gabungan menggelar asesmen terakhir untuk menentukan langkah pencarian korban tertimbun reruntuhan bangunan
Sterilisasi area di halaman Lembaga Pesantren Al Khoziny Buduran, mulai dilakukan oleh petugas Kamis (2/10/2025).
Suasana duka masih menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Sudah 3 hari sejak Senin (29/9/2025) sampai Rabu (01/10/2025), Jalan Khr. Abbas II, Buduran, Sidoarjo dipenuhi ribuan manusia.
Satu korban meninggal dunia di bawah runtuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo ditemukan dalam posisi sujud.
Korban tertimbun reruntuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo yang berhasil dievakuasi petugas pada pencarian hari ketiga, Rabu (1/10/2025), berjumlah tujuh orang.









