Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebanyak 59 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilaporkan masih hilang di tengah insiden musibah bangunan tiga lantai dan musala runtuh, Kamis 2/10/2025 hari ini.
Jumlah 59 santri hilang ini diambil menurut data absensi pesantren dan belum tentu kepasatiannya apakah masih terjebak di runtuhan bangunan. Meski begitu, petugas masih berupaya membongkar runtuhan gedung, sejak pukul 11.30 WIB.
“Nah, sekarang yang masih hilang, yang ada datanya, yang ada fotonya itu sementara terdata 59 orang. Di mana itu? Kita tidak tahu. Kita sampaikan pada keluarga bahwa mudah-mudahan 59 itu tidak ada di situ. tidak ada di reruntuhan,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di Posko Pencarian, Kamis (2/10/2025).
Suharyanto juga menyampaikan, proses pencarian korban tertimbun di bangunan tiga lantai itu dilakukan oleh 219 tim ahli evakuasi korban konstruksi, dengan menggunakan alat berat, dan peralatan penunjang canggih lainnya.
“Yang sekarang bekerja di situ gabungan ya, ada dari TNI, Polri dan dari ITS, dari teknik sipil, orang-orang yang punya pengalaman dalam melaksanakan evakuasi terhadap gedung yang runtuh yang di situ ada korban,” urainya.
Ia menuturkan, proses evakuasi pembongkaran dengan alat berat ini dilakukan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi. Pihaknya juga berharap, semoga 59 santri yang tercatat hilang tersebut tidak seluruhnya berada di bawah reruntuhan bangunan.
“Sampai bersih, sampai semua korban itu ditemukan dan kita sudah punya datanya sekali lagi apakah 59 atau tidak, kami belum tahu ya. Sekali lagi kami mudah-mudahan tidak sebanyak itu,” ucap Sunaryanto.
Seperti diketahui, runtuhnya bangunan tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, itu terjadi pada Senin (29/9/2025) sore.
Saat kejadian, diketahui ada ratusan santri yang sedang menunaikan salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.
Berdasarkan data sementara Tim SAR Gabungan hingga Kamis (2/10/2025), tercatat total 108 orang menjadi korban dalam insiden memilukan tersebut. Rinciannya, 18 korban dievakuasi petugas dengan 5 di antaranya meninggal dunia, sedangkan sisanya berhasil menyelamatkan diri secara mandiri.
Meskipun demikian, diperkirakan hingga hari ini, masih ada puluhan korban yang dilaporkan hilang yang kemungkinan berada di bawah reruntuhan sebanyak 59 orang. (ted)






