Surabaya (beritajatim.com) – Manulife Syariah Indonesia menggelar Syariah Summit 2025 di Malang sebagai forum penguatan bisnis dan literasi asuransi syariah, sekaligus evaluasi strategi pertumbuhan perusahaan.
Kegiatan ini diikuti 130 tenaga pemasar dari berbagai daerah. Manajemen menempatkan mereka sebagai aktor utama dalam memperluas jangkauan produk asuransi berbasis prinsip syariah.
Presiden Direktur Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan mengatakan forum ini menjadi sarana penyelarasan nilai dan arah bisnis syariah perusahaan.
“Syariah Summit menjadi momentum untuk memastikan penguatan bisnis berjalan sejalan dengan prinsip syariah dan kebutuhan perlindungan keluarga Indonesia,” kata Fauzi Arfan, Selasa (27/1/2026).
Diskusi difokuskan pada strategi menjaga pertumbuhan berkelanjutan, penguatan pemasaran berbasis edukasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Manajemen juga menekankan pentingnya peran tenaga pemasar dalam menyampaikan produk asuransi syariah secara relevan dan mudah dipahami masyarakat.
Selain aspek bisnis, Manulife Syariah Indonesia menyampaikan komitmen memperluas literasi asuransi syariah melalui pendekatan edukatif dan layanan yang adaptif.
“Kami berkomitmen menjaga konsistensi pertumbuhan sekaligus memperkuat literasi asuransi syariah melalui solusi yang relevan dan sesuai prinsip syariah,” ujar Fauzi.
Perusahaan juga memperkenalkan Program Wakaf Air sebagai bagian dari implementasi nilai sosial syariah dalam kegiatan usaha.
Melalui program tersebut, setiap polis yang diterbitkan sepanjang 2026 akan menyisihkan Rp5.000 untuk mendukung penyediaan akses air bersih di wilayah membutuhkan.
Manulife Syariah Indonesia menilai pendekatan bisnis dan sosial secara bersamaan menjadi strategi memperkuat kepercayaan publik terhadap asuransi syariah nasional. [ipl/but]






