Surabaya (beritajatim.com) – Sebagian besar wilayah Surabaya diguyur hujan sejak dini hari hingga pagi hari, tepatnya sekitar pukul 08.57 WIB, Selasa (21/10/2025). Hujan yang mengguyur ibu kota Jawa Timur ini menjadi pertanda masuknya masa pancaroba, di mana cuaca ekstrem mulai berpotensi meningkat.
Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur. Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar daerah di Jawa Timur sedang mengalami masa peralihan musim yang diperkirakan berlangsung antara 20 hingga 29 Oktober 2025.
“Sebagian wilayah di Jawa Timur berada pada masa pancaroba, sementara sebagian lainnya sudah memasuki awal musim hujan. Dalam sepekan ke depan diprakirakan terdapat peningkatan potensi cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Taufiq.
Ia menjelaskan bahwa potensi dampak cuaca ekstrem mencakup hujan lebat, hujan es, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga angin puting beliung. Menurutnya, fenomena ini dipicu oleh gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin yang tengah melintasi wilayah Jawa Timur.
“Selain itu, suhu muka laut yang masih cukup hangat di sekitar Selat Madura turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” urainya.
BMKG Juanda merinci sejumlah wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, antara lain Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, dan Gresik. Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di Jember, Jombang, Kediri, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Probolinggo, Surabaya, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, dan Sidoarjo.
Wilayah lainnya meliputi Situbondo, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Pacitan, dan Ponorogo. BMKG mengimbau masyarakat serta instansi terkait agar lebih waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin selama masa pancaroba.
“Masyarakat juga dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI serta informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini setiap 2–3 jam ke depan yang secara berkala dibagikan oleh BMKG Juanda,” tambah Taufiq. [rma/beq]






