Surabaya (beritajatim.com) – Wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo diperkirakan akan mengalami cuaca yang cukup dinamis pada Kamis, 8 Mei 2025. Dari hujan ringan di pagi hari hingga langit berawan di malam hari, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas harian mereka dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Di Kabupaten Ngawi, pagi akan diawali dengan hujan ringan pada pukul 06.00 WIB. Hujan ini akan reda dan digantikan cuaca berawan pada pukul 09.00 WIB. Namun, hujan ringan kembali turun menjelang siang hari, tepatnya pukul 12.00 WIB. Menjelang sore, langit mulai cerah berawan dan cuaca cenderung stabil hingga pukul 15.00 WIB. Tapi malam harinya, langit kembali berawan.
“Kondisi atmosfer di Ngawi cenderung lembab dan labil sejak dini hari, sehingga potensi hujan ringan cukup tinggi pada pagi dan siang hari,” ujar Oky Sukma Hakim, S.Tr., prakirawan BMKG Juanda.
Suhu udara di Ngawi diperkirakan antara 24 hingga 31 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban mencapai 98 persen pada puncaknya. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 18,5 km/jam.
Sementara itu, Magetan akan mengalami hujan ringan dengan durasi yang lebih panjang. Menurut prakiraan, hujan akan turun sejak pagi pukul 06.00 WIB dan baru mereda pada pukul 12.00 WIB. Setelah itu, langit berubah menjadi cerah berawan saat sore hari, namun kembali menjadi berawan saat malam tiba.
“Hujan yang cukup lama di Magetan disebabkan oleh pergerakan massa udara lembab dari arah tenggara,” jelas Oky.
Suhu di wilayah ini tergolong sejuk, berkisar antara 22 hingga 28 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 97 persen dan angin berhembus dari tenggara.
Di Ponorogo, kondisi cuaca tidak jauh berbeda. Hujan ringan diperkirakan turun pada pukul 06.00 WIB, kemudian cuaca menjadi berawan pada pukul 09.00 WIB. Siang hari diprediksi akan cerah dan cukup terik, namun langit kembali tertutup awan pada pukul 15.00 WIB hingga malam hari.
Suhu udara di Ponorogo berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celcius. Angin akan bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 18,5 km/jam, sementara kelembaban udara cukup tinggi, mencapai 97 persen.
Melihat kondisi cuaca tersebut, masyarakat di ketiga wilayah disarankan untuk membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Selain itu, pengendara motor dihimbau untuk berhati-hati karena jalanan yang basah akibat hujan ringan bisa menjadi licin dan berisiko. (mnd/but)






