Surabaya (beritajatim.com) – Sub PIN Polio nOPV2 di 38 kabupaten/kota di Jatim telah berlangsung sebanyak dua putaran pada tahun 2024 dengan menyasar anak-anak usia 0-7 tahun. Lalu, bagaimanakah hasilnya ?
Dalam agenda Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan Sub PIN dengan 38 Kabupaten/Kota, disebutkan bahwa pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) itu sukses melebihi target cakupan minimal 95 persen.
“Capaiannya 105 persen lebih. Ini start awal, sehingga yang kita dorong setelah ini adalah imunisasi harus digerakkan secara berkesinambungan,” ujar Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono, Senin (3/6/2024).
Ia mengatakan, pada putaran pertama yang digelar tanggal 15-21 Januari 2024, capaian Sub PIN nOPV2 di Jatim berhasil menyasar 4.736.936 anak atau sekitar 106.74 persen. Di putaran kedua pada 19-25 Februari 2024 mencapai 4.698.271 atau 105.87 persen.
“Suksesnya pelaksanaan Sub PIN nOPV2 di Provinsi Jawa Timur tidak lepas dari kolaborasi, koordinasi dan dukungan lintas sektor dan mitra kesehatan,” ungkap Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) tersebut.
Keberhasilan ini tentu menjadi pengingat bahwa masih ada banyak kasus yang perlu ditangani, seperti penyakit difteri, pertusis, dan tetanus (DPT), kemudian HIV/AIDS, ataupun hepatitis. Jenis-jenis penyakit ini juga perlu mendapatkan intervensi dengan melakukan imunisasi.
Erwin menyadari bahwa sejauh ini imunisasi masih dianggap oleh masyarakat sebagai sekedar program pemerintah saja. Lebih dari itu, ia berharap imunisasi dapat menjadi sebuah gaya hidup ke depannya.
“Imunisasi itu masih dianggap program. Tapi yang kita mau ke depan, imunisasi ini menjadi gaya hidup. Sehingga, justru masyarakat yang akan menuntut anaknya untuk segera divaksin,” tutur Erwin.
Dengan adanya Sub PIN Polio yang dapat mencapai 100 persen ini, tentu menjadi angin segar. Sebab, dengan imunisasi rutin lengkap, merata dan berkualitas, akan dapat melindungi sekaligus mencegah terjadinya KLB penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Mohon bantuan dukungan dan komitmen bersama-sama dari semua mitra kesehatan dan lintas sektor serta lintas program terkait untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan imunisasi rutin lengkap,” pesan Erwin.
Untuk diketahui, seluruh negara telah berkomitmen bersama melakukan upaya seoptimal mungkin untuk membasmi penyakit Polio dari seluruh dunia pada tahun 2026 mendatang.
Di Indonesia, khususnya Jatim, sasaran Sub PIN adalah kelompok usia berisiko tinggi, yang ditentukan lewat kajian epidemiologi. Imunisasi diberikan kepada seluruh sasaran tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, diperlukan advokasi sosialisasi dan rapat koordinasi agar seluruh sasaran mendapat imunisasi nOPV2 sebanyak 2 putaran. Sub PIN ini harus menjangkau seluruh sasaran di wilayah kerja puskesmas di 38 kabupaten/kota se-Jatim. [ipl]






