Probolinggo (beritajatim.com) – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) memunculkan kekhawatiran di kalangan wisatawan mengenai kondisi Gunung Bromo. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih normal dan kawasan wisata tetap aman dikunjungi dengan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Pengamat Gunung Api (PGA) Bromo, Wahyu Andrian Kusuma, menegaskan bahwa hingga Minggu pagi status Gunung Bromo masih berada pada Level II (Waspada) dan belum mengalami erupsi seperti yang terjadi di Gunung Semeru.
”Bromo masih Level II (Waspada). Belum ada erupsi,” kata Wahyu saat dikonfirmasi BeritaJatim.com, Minggu (19/7/2026).
Wahyu menjelaskan, wisatawan masih diperbolehkan menikmati destinasi wisata Gunung Bromo. Namun, seluruh pengunjung wajib mematuhi rekomendasi PVMBG dengan tidak memasuki kawasan berbahaya di sekitar kawah aktif.
”Sesuai rekomendasi kami, batas aman berada di luar radius 1 kilometer dari kawah aktif,” ujarnya.
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Bromo selama 24 jam terakhir, periode 18 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, kondisi gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang itu masih berstatus Level II (Waspada).
Secara visual, cuaca di kawasan Bromo terpantau cerah hingga berawan dengan suhu berkisar 7–21 derajat Celsius. Asap putih dari kawah utama terlihat keluar dengan intensitas tipis hingga tebal dengan ketinggian sekitar 50 hingga 600 meter dari puncak.
Sementara hasil pemantauan kegempaan mencatat dua kali gempa Low Frequency, dua kali gempa Hybrid/Fase Banyak, satu kali gempa Tektonik Jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo rendah. Aktivitas tersebut masih berada dalam kategori yang sesuai dengan status Gunung Bromo saat ini.
PVMBG tetap mengeluarkan dua rekomendasi penting. Pertama, masyarakat, wisatawan, pendaki, dan pelaku wisata dilarang memasuki area dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo. Kedua, seluruh pihak diminta mewaspadai potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik yang jelas.
Meski Gunung Semeru mengalami erupsi, Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengaitkannya dengan kondisi Gunung Bromo. Menurutnya, masing-masing gunung api memiliki karakteristik dan sistem pemantauan yang berbeda.
Ia juga mengimbau wisatawan yang berencana berlibur ke Bromo agar tetap mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG.
”Bromo aman dikunjungi. Yang penting wisatawan tetap mematuhi rekomendasi yang sudah kami keluarkan demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (rap/aje)






