Bangkalan (beritajatim.com) – Pasokan pupuk di Bangkalan pada level agen hingga saat ini masih menumpuk karena banyak kelompok tani (Poktan) setempat yang belum menebus jatah yang telah disediakan pada Januari 2023.
Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, Fathur Rosi SE, mengajak semua Poktan yang belum menebus pupuk yang telah disediakan di bulan Januari ini, agar segera menebusnya. Sehingga, tidak memicu terjadinya kelangkaan pupuk di kemudian hari. “Karena kalau masih ada yang belum ditebus dan menumpuk di bulan tertentu, itu yang menyebabkan langka,” katanya, Sabtu (25/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pupuk”]
Legislatif dari Fraksi PPP ini menambahkan, jika pupuk yang tersedia setiap bulan tak diserap sesuai jatah, menurut Dispertahorbun diproyeksikan sisanya bisa ditarik oleh PI. “Kalau sudah ditarik maka tidak bisa ditebus di kemudian hari, karena setiap bulan sudah ada jatah,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada Poktan yang belum menebus pupuk, agar melakukan penebusan jatah pupuk sesuai jadwal yang ditentukan setiap bulan, agar tidak menumpuk di hari tertentu.
Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Pertanian Dispertahorbun Bangkalan, Cristian Hendry Kusuma Karyadinata menyampaikan, sebetulnya Pupuk Indonesia sudah menyediakan pupuk ada setiap bulan, agar tidak terjadi kelangkaan.
“Pada Januari 2023 ini sekitar 800 ton belum ditebus Poktan. Jika pupuk yang tersedia setiap bulan tak diserap sesuai jatah, diproyeksikan sisanya ditarik oleh PI,” tandasnya.[sar/kun]






