Kediri (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI FPKB Anggia Erma Rini menggelar sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bersama lintas masyarakat di Grand Surya Hotel Kediri, Minggu (5/6/2022).
Sosok perempuan yang kerap disapa Anggia tersebut menjelaskan bahwa keempat fondasi bangsa tersebut menjadi pegangan bagi masyarakat Indonesia ke depan.
“Sosialisasi ini penting untuk memperkuat pondasi bangsa, yaitu menjelaskan secara detail keempat pilar tersebut. Dengan harapan masyarakat bisa lebih paham dan mendalam memahami nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya saat acara.
Selain itu, sosialisasi empat pilar ini juga dalam rangka membuka ruang dialogis antara DPR dan masyarakat. Sekaligus menampung saran dan kritik supaya lebih baik ke depannya.
“Nah, ini juga sebagai wadah untuk dialog dengan masyarakat agar Anggota MPR lebih dekat dengan masyarakat serta sebagai wadah untuk menampung saran dan pendapat dari masyarakat mengenai pelaksanaan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tandasnya.

Anggia juga sempat menyinggung adanya gerakan radikalisme dan ekstremisme yang berkembang cukup masif di masyarakat. Bahkan sering kali penyebarannya tidak disadari.
“Untuk itu, pemahaman terkait empat pilar ini menjadi semakin penting agar kita tidak mudah ikut Gerakan radikalisme. Pemahaman masyarakat terhadap wawasan dan ideologi kebangsaan menjadi sangat penting untuk mencegahnya,” lanjut Anggia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”DPR”]
Di hadapan ratusan peserta sosialisasi empat pilar tersebut, seorang peserta bertanya terkait pentingnya Pancasila di era sekarang ini.
“Di zaman sekarang ini, dimana globalisasi dan teknologi yang semakin canggih, masih pentingkah dan seberapa urgen Pancasila?” tanya seorang peserta.
Anggia pun menjelaskan. Menurutnya, di zaman yang seperti ini Pancasila justru menjadi sangat urgen. Menurutnya, warga negara yang tidak paham Pancasila, maka akan terombang-ambing tergerus zaman.
“Kalau ditanya seberapa urgen, ya sangat urgen sekali. Apalagi di masa sekarang, masa yang penuh tantangan dan dimensi perubahan zaman yang jauh berbeda di abad ke 21 ini,” jawab Anggia.

Menurutnya nilai-nilai Pancasila harus terus dipelajari dan dibumikan, guna memperkukuh kebangsaan dan cinta NKRI di setiap insan masyarakat Indonesia.
“Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terus dibumikan, sebagai upaya untuk mengingatkan masyarakat bahwa Pancasila adalah kekuatan kita, harta kita, harta bangsa kita,” tutupnya.
Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Grand Surya Hotel ini juga dihadiri oleh seorang narasumber dari PCNU KH. Masdain Rifai dengan materi menguatkan ideologi kebangsaan. (ian)






