Blitar (beritajatim.com) – Harga Telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Blitar terus merangkak naik. Kini harga telur ayam telah menyentuh angka tertinggi sejak beberapa bulan terakhir, yakni 26.500 rupiah per kilogramnya.
“Ini sejak beberapa pekan terakhir harga telur terus naik, hingga kini menyentuh 26 ribu lebih,” kata Sujianto, peternak ayam petelur, Jumat (2/12/2022).
Mahalnya harga telur ayam ini terjadi karena tingginya permintaan dari konsumen jelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Menurut peternak sejak beberapa pekan terakhir ini kegiatan warga memang meningkat sehingga permintaan telur dari konsumen juga tinggi.
Hal itulah yang ditengarai menjadi penyebab melonjaknya harga telur di pasaran. Sujianto menjelaskan bahwa peningkatan harga telur terjadi secara bertahap mulai dari harga 20 ribu rupiah, naik menjadi 21 ribu rupiah hingga kini menyentuh angka 26.500 rupiah, per kilogramnya.
“Mahalnya harga ini terjadi karena permintaan pasar tinggi apa lagi ini jelang Natal dan tahun baru kegiatan warga banyak makanya harganya meningkat,” Imbuhnya.
Selain faktor tingginya permintaan, berkurangnya stok telur dari peternak juga ditengarai menjadi penyebab melambungnya harga telur di pasaran. Berkurang ketersediaan telur dari peternak Blitar ini terjadi setelah banyak peternak yang mengalami gulung tikar saat harga anjlok beberapa waktu lalu.
Diperkirakan populasi ayam yang ada di Blitar kini telah berkurang hingga 60 persen lebih. Kondisi itu pun membuat produksi telur ayam dari Blitar berkurang drastis. Hal itupun sangat berpengaruh pada harga telur secara umum, karena selama ini Blitar adalah penyumbang 30 persen kebutuhan telur nasional.
“Dampak pandemi dan harga pakan mahal kemarin, populasi ayam di peternak Blitar turun sekitar 60 persen. Otomatis, produksi telur di peternak juga berkurang. Saya dulu punya 7.000 ekor ayam, sekarang tinggal 2.000 ekor ayam,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pangan”]
Pasca terpuruk akibat anjloknya harga para peternak ayam petelur di Blitar hingga kini belum bisa bangkit. Mereka masih harus menanggung Kerugian ratusan juta akibat anjloknya harga saat pandemi covid 19 lalu.
Saat ini pun para peternak di Blitar masih kesulitan dan enggan untuk melakukan pembibitan baru. Hal itu terjadi karena mereka takut, kondisi serupa terjadi kembali. Alasan itulah yang membuat produksi telur ayam dari Blitar berkurang drastis sehingga berimbas pada naiknya harga di pasaran.
Harga telur ayam di pasaran sendiri kini telah menembus angka 30 ribu rupiah per kilogramnya. Dan harga tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekati hari raya Natal dan tahun baru 2023.
“Kami belum bisa mengisi kandang yang kosong, makanya produksi telur berkurang drastis, di tengah mahalnya harga gini produksi kami masih rendah” pungkasnya.
Produksi telur ayam dari Blitar sendiri selain untuk menyuplai kebutuhan lokal Jawa Timur, juga dikirim ke Jabodetabek serta luar pulau. Maka jika harga telur di peternak terus meningkat secara otomatis harga di pasaran juga akan ikut melambung.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Sementara itu di pasaran Kota Blitar, harga telur kini telah terkerek naik, menyentuh angka 30 ribu rupiah. Kondisi itu pun dikeluhkan oleh sejumlah pihak mulai pedagang, konsumen, hingga perajin kue.
“Sudah dua pekan ini, harga telur di pasar mencapai Rp 29.000 sampai Rp 30.000 per kilogram,” kata Eni pedagang telur ayam di pasar pon kota Blitar.
Menurut Eni dampak naiknya harga telur tersebut membuat omzet penjualannya berkurang hingga 30 persen lebih. Ia pun berharap agar harga telur bisa kembali normal sehingga omzet penjualannya bisa kembali membaik. [owi/but]






