Surabaya (beritajatim.com) – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III, telah menetapkan target ambisius untuk membenahi ekosistem gula dan memperkuat posisi petani tebu dalam 100 hari ke depan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama SGN, Mahmudi, dalam peringatan HUT ke-3 SGN.
Salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah dengan meluncurkan program penguatan tebu rakyat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani tebu melalui berbagai dukungan, seperti akses terhadap pendanaan, teknologi, dan pelatihan.
“Kami akan fokus pada penguatan petani tebu karena mereka adalah tulang punggung industri gula kita,” ujar Mahmudi.
Untuk mendukung program penguatan petani tebu, SGN akan memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus Kluster.
Skema ini memungkinkan petani tebu mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah dan fleksibel. Selain itu, SGN juga bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menyediakan program pendanaan lainnya bagi petani.
SGN juga akan membangun ekosistem digital untuk mendukung petani tebu. Ekosistem ini akan mencakup berbagai layanan, seperti monitoring proses budidaya, akses ke saprodi, dan platform pembelajaran.
Hingga saat ini, pabrik gula yang dikelola SGN telah menggiling lebih dari 7 juta ton tebu, melampaui target sebelumnya. SGN optimistis dapat mencapai target produksi gula sebesar 13,5 juta ton pada akhir tahun ini.
“Kami yakin dengan kerja keras seluruh karyawan dan dukungan dari para petani, target produksi gula nasional dapat tercapai,” tambah Mahmudi.
Dalam peringatan HUT ke-3, SGN juga memberikan penghargaan kepada pabrik gula dengan kinerja terbaik. Penghargaan diberikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk. Serta karyawan berprestasi. [rea/ian]






