Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan bekerjasama dengan Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan untuk menanam kembali kopi varietas Milo Pace setelah sempat dibabat karena konflik pemerintahan desa tempo hari.
“Kami ingin bekerja sama dengan PDP di Kebun Sumberwadung untuk pengembangan beberapa tahun ke depan,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan Jember Imam Sudarmaji.
Namun budidaya itu baru bisa dilakukan setelah uji terhadap entres tanaman varietas Milo yang bisa diselematkan sebelum lepas varietas. Entres adalah batang atas tanaman yang menjadi calon bagian atas atau tajuk tanaman yang di kemudian hari akan menghasilkan buah berkualitas unggul.
Imam sudah menyampaikan kepada manajemen Kahyangan. “Ada lahan PDP yang bisa dikerjasamakan. Jadi kami sudah berdiskusi dengan PDP, dan petani sempat datang menanyakan bagaimana jika bekerja sama dengan PDP,” katanya.
Imam sudah memfasilitasi dan menyampaikan keinginan ini kepada PDP. “Tinggal nanti lahan mana yang diperbolehkan. Kalau nanti lepas varietas boleh ditanam di mana saja, asalkan cita rasanya sama,” katanya.
Kopi varietas Milo Pace adalah kopi jensi robusta yang ditemukan Hasan Putra, seorang petani yang membudidayakannya di atas tanah kas Desa Pace, Kecamatan Silo. Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI kemudian memasukkannya ke dalam Tanda Daftar Varietas Tanaman pada 29 Oktober 2023 dan menyatakannya sebagai milik masyarakat setempat.
Milo Pace merupakan akronim dari Milik Orang Pace Silo. Namun rupanya tidak semua orang Pace menganggap Milo Pace adalah milik mereka. Kurang lebih ada tiga ribu batang pohon kopi dan 18 jenis tanaman tnmpang sari di lahan dibabat oleh sekelompok orang pada medio Februari 2024. Hasan pun melaporkan persoalan ini ke polisi.
Peristiwa pembabatan itu tidak mempengaruhi sertifikat indikasi geografis yang sudah dikeluarkan untuk komoditas kopi di Jember. “Karena IG adalah produk-produk kopi di lereng gunung. Kalau di (Jember) timur, ada Java Raung Gumitir. Jadi mulai dari Kecamatan Sumberjambe sampai Tempurejo. Milo Pace masuk IG ini,” kata Imam.
Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri membenarkan adanya komunikasi awal dengan Dinas TPHP Jember soal kopi Pace Milo. “Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Kami sih siap saja menyediakan lahan untuk pengembangan varietas tersebut,” katanya, Rabu (31/7/2024). [wir]






