Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan bekerjasama dengan Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan untuk menanam kembali kopi varietas Milo Pace setelah sempat dibabat karena konflik pemerintahan desa tempo hari.
KUMPULAN BERITA pembabatan kopi Jember
Pembabatan ribuan batang pohon varietas kopi robusta Milo Pace oleh oknum pemerintah desa medio Februari 2024 lalu membuat petani kopi di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur jera.
Sejumlah petani melaporkan perusakan tiga hektare pohon kopi varietas baru Milo Pace ke Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Jumat (5/4/2024). Kerugian mencapai miliaran rupiah.
Petani meminta Bupati Hendy Siswanto agar memediasi konflik pembabatan kurang lebih tiga ribu batang pohon kopi robusta varietas baru Milo Pace, yang ditanam di atas lahan tanah kas desa seluas tiga hektare.
Alananto, kuasa hukum petani kopi yang menjadi sasaran pembabatan oleh Pemerintah Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan kesempatan kepada Bupati Hendy Siswanto untuk memediasi konflik.
Joni Pelita, Camat Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat tak percaya kopi varietas baru Milo Pace dibabat oleh Pemerintah Desa Pace pada medio Februari 2024. Pembabatan tersebut dipicu oleh perbedaan dukungan saat pemilihan kepala desa.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, berusaha memulihkan varietas baru kopi robusta Milo Pace yang dibabat pada medio Februari 2024 karena konflik sewa lahan. Dipekirakan butuh waktu dua tahun untuk memulihkannya.
olisi belum menerima laporan pembabatan pohon kopi varietas baru Milo Pace milik Hasan Putra di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Polisi menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah.
Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyarankan agar pembabatan pohon kopi varietas baru di Desa Pace, Kecamatan Silo, diproses secara hukum. Komisi B siap mengawal penyelesaian kasus tersebut.
Gara-gara konflik sewa lahan, tiga hektare kopi robusta varietas Milo Pace yang baru saja disertifikasi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di atas tanah kas Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dibabat habis pada medio Februari 2024.









