Surabaya (beritajatim.com)– Keberadaan jamur atau mold di dalam rumah sering dianggap sepele. Padahal, jamur yang tumbuh di area lembap seperti dinding, plafon, hingga saluran AC bisa menimbulkan masalah kesehatan jika tidak segera ditangani.
Jamur berkembang biak melalui spora sangat kecil yang melayang di udara dan dapat menempel pada permukaan lembap di dalam rumah hingga membentuk koloni. Kondisi ini membuat jamur berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Berikut penjelasannya.
Dampak Kesehatan
Paparan jamur di dalam rumah dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Gejala yang paling umum adalah reaksi alergi seperti bersin, hidung meler, mata merah, hingga ruam pada kulit.
Selain itu, jamur juga dapat memicu kambuhnya asma dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak. Beberapa penelitian juga mengaitkan paparan jamur dengan Hypersensitivity Pneumonitis (HP), yaitu peradangan paru-paru akibat sering menghirup spora jamur.
Jenis jamur hitam tertentu seperti Stachybotrys chartarum juga diduga dapat memengaruhi sistem saraf. Gejalanya antara lain sulit berkonsentrasi, mudah lupa, sakit kepala, hingga gangguan tidur. Jamur juga menghasilkan gas bernama Microbial Volatile Organic Compounds (mVOCs) yang menimbulkan bau apek di ruangan lembap. Gas ini dapat menyebabkan pusing atau rasa tidak nyaman bagi penghuni rumah.
Cara Mencegah Pertumbuhan Jamur
Mengontrol kelembapan menjadi langkah utama untuk mencegah jamur tumbuh di dalam rumah. Idealnya, tingkat kelembapan ruangan dijaga di kisaran 30 hingga 50 persen agar kondisi rumah tidak terlalu lembap.
Selain itu, penting untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik. Penggunaan exhaust fan saat memasak di dapur atau mandi di kamar mandi dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan.
Penghuni rumah juga perlu segera memperbaiki pipa atau atap yang bocor. Area yang basah sebaiknya dikeringkan dalam waktu 24 hingga 48 jam agar jamur tidak sempat berkembang. Dengan menjaga sirkulasi udara dan kelembapan rumah, risiko pertumbuhan jamur dapat diminimalkan.
Cara Membersihkan Jamur
Jika jamur sudah muncul dalam area kecil, pembersihan bisa dilakukan secara mandiri dengan menggosok permukaan menggunakan air dan deterjen. Namun, saat membersihkan jamur sebaiknya menggunakan alat pelindung seperti masker N95, sarung tangan karet, dan kacamata pelindung agar spora tidak terhirup.
Jika area jamur sudah cukup luas atau masuk ke dalam sistem ventilasi dan AC, sebaiknya penanganan dilakukan oleh tenaga profesional. Pembersihan yang tidak tepat justru dapat membuat spora menyebar ke seluruh rumah.
Karena itu, keberadaan jamur di rumah tidak boleh dianggap sepele. Menjaga kelembapan ruangan, memastikan ventilasi udara yang baik, serta segera membersihkan area yang lembap dapat membantu mencegah pertumbuhan jamur. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat jamur dapat diminimalkan. [Meychel Salsabyla]






