Surabaya (beritajatim.com) – Sahur merupakan salah satu sunah dalam berpuasa yang dianjurkan dalam Islam. Selain mendapatkan keberkahan, makan sahur juga memiliki manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk tidak melewatkan sahur karena di dalamnya terdapat kebaikan.
Namun, masih banyak orang yang memilih untuk tidak sahur dengan berbagai alasan, seperti tidak merasa lapar atau ingin tidur lebih lama. Padahal, melewatkan sahur dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Berikut beberapa bahaya yang bisa terjadi jika tidak sahur saat berpuasa.
1. Sistem Imun Melemah
Makanan yang dikonsumsi saat sahur berperan dalam menjaga daya tahan tubuh. Jika melewatkan sahur, tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, sehingga lebih rentan terhadap penyakit. Kekurangan zat gizi penting dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah dalam melawan infeksi dan virus.
2. Risiko Dehidrasi Meningkat
Tanpa sahur, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup sebelum menjalani puasa. Hal ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, yang dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, kesulitan berkonsentrasi, hingga penurunan tekanan darah. Untuk menghindarinya, disarankan mengkonsumsi minimal dua gelas air putih saat sahur dan memilih makanan yang kaya kandungan air, seperti sup ayam, sayuran, serta buah-buahan segar.
3. Cepat Lelah dan Lemas
Tidak adanya asupan energi dari sahur membuat tubuh kesulitan mempertahankan stamina sepanjang hari. Akibatnya, seseorang akan lebih cepat merasa lelah, lemas, dan kurang produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
4. Konsentrasi Menurun
Sahur membantu menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap stabil. Jika tidak makan sahur, kadar gula darah bisa menurun drastis, yang berisiko menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, pusing, dan bahkan tubuh terasa lemah.
5. Risiko Hipoglikemia
Salah satu efek paling berbahaya dari melewatkan sahur adalah kemungkinan mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah turun di bawah batas normal. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti pusing, lemas, tubuh gemetar, keringat dingin, hingga kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan bergizi saat sahur guna menjaga keseimbangan kadar gula darah.
6. Asam Lambung Naik
Melewatkan sahur juga bisa meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Makanan sehat yang dikonsumsi saat sahur membantu memperlambat pengosongan lambung, sehingga dapat mencegah asam lambung naik selama puasa. Disarankan untuk mengunyah makanan dengan perlahan dan menghindari tidur langsung setelah makan guna mengurangi risiko masalah pencernaan ini.
7. Mood Tidak Stabil
Kurangnya energi akibat tidak sahur dapat mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Rasa lapar yang berlebihan bisa membuat seseorang lebih mudah marah, emosional, atau bahkan sulit mengontrol suasana hati. Oleh karena itu, memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi saat sahur dapat membantu menjaga kestabilan emosi selama berpuasa.
Melewatkan sahur bukan hanya membuat tubuh lebih cepat lemas, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. Untuk menjalani puasa dengan lancar dan tetap bertenaga, pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi serta cukup minum air saat sahur. Dengan begitu, tubuh tetap sehat, kuat, dan mampu menjalani aktivitas dengan optimal sepanjang hari. [mnd/aje]






