Sumenep (beritajatim.com) – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sumenep sejak Januari hingga awal Desember 2025, tercatat sebanyak 80 orang, tiga di antaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Achmad Syamsuri mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS awalnya 70. Namun ada tambahan kasus baru, hingga jumlahnya naik menjadi 80.
”Berdasarkan hasil monitoring, ditemukan tambahan kasus baru HIV/AIDS. Dengan demikian totalnya menjadi 80 penderita. Dari 80 itu, tercatat tiga orang meninggal,” katanya, Sabtu (06/12/2025).
Ia menjelaskan, tingkat kematian penderita HIV/AIDS di Sumenep tahun 2025 mengalami penurunan dibanding 2024. Angka kematian tahun 2024 mencapai 12 kematian dari temuan 87 penderita.
Menurutnya, penurunan angka kematian pada tahun ini salah satunya dipengaruhi meningkatnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta penguatan penyuluhan di berbagai wilayah.
”Kami melakukan penyuluhan lebih masif, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Kami juga menggandeng organisasi kemasyarakatan dan ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Muslimat, dan Aisyiyah,” terangnya.
Dampak penyuluhan masif tersebut, masyarakat mulai memahami bahaya HIV/AIDS dan para penderita saat ini lebih patuh berobat. “Semoga tidak ada tambahan kasus baru hingga akhir tahun ini,” ujarnya.
Ia memastikan semua pasien HIV/AIDS tetap mendapatkan layanan dan pengobatan sesuai prosedur dan standar yang berlaku. (tem/ian)






