Jombang (beritajatim.com) – Senyum orang-orang miskin langsung mengembang ketika bantuan rumah gratis dari Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui organisasi sosial Dhilaal Berkat Rohmat Alloh (Dhibra) Shiddiqiyyah.
Penyerahan rumah tersebut dilakukan secara serentak. Jumlahnya 130 unit Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah. Adalah I Wayan Kutang (77), warga Denpasar Bali, sebagai salah satu penerima rumah tersebut.
Wayan muncul di layar lebar Ballroom Hotel Yusro Jombang, Selasa (20/8/2024). Dia membuka teleconference dengan ucapan terima kasih. Karena rumahnya yang tidak layak huni, akhirnya mentereng. Dia tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
Rumah berdinding bambu itu disulap menjadi rumah permanen berdinding bata. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Yai dan Bu Nyai. Rumah saya dihuni empat orang. Sekarang sudah layak huni,” kata lansia beragama Hindu ini.
Usai I Wayan Kutang, giliran Yadi (74) muncul di layar lebar. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Thoriqoh Shiddiqiyyah yang sudah membangun rumahnya. “Saya juga mengucapkan terima kasih karena rumah saya sudah dibangun,” kata Yadi sembari tersenyum.
Ketua Umum Dhibra, Shofwatul Umah, mengatakan, pembangunan rumah syukur yang peletakan batu pertama serentak se-Indonesia pada 22 Juni 2024 ini dipersembahkan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Program Rumah Syukur kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) ini telah dilakukan lebih dari 20 tahun dengan jumlah rumah terbangun 2009 unit se-Indonesia. Setelah sekitar dua bulan bergotong royong, dibawah naungan (DHIBRA) Shiddiqiyyah, pada 20 Agustus 2024, rumah untuk kaum dhuafa ini diserahterimakan.

“Dengan disyukuri semoga nikmat besar kemerdekaan akan ditambah oleh Alloh. Warga Shiddiqiyyah diajarkan oleh Mursyid, Bapak Kyai Muchtar Mu’thi selain ibadah spiritual juga sosial, salah satunya melalui pembangunan Rumah Syukur sejumlah 2009 unit atau senilai Rp99,4 Miliar,” tambah Ibu Nyai.
Santunan Nasional Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah digelar di ballroom Hotel Yusro ini juga dihadiri pj Bupati Jombang Teguh Narutomo dan sejumlah pejabat Forkopimda.
Hadir pula LVRI (Legiuan Veteran Indonesia), Dandim 0814, Pimpinan Pesantren di Jombang, Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Korwil Dhibra Se-Indonesia, segenap organisasi di Shiddiqiyyah serta warga Shiddiqiyyah.
Dalam mauidloh hasanah, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi menyampaikan pesan penting. Yakni, terkait sejarag perjuangan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sang Mursyid Shiddiqiyyah menegaskan bahwa 17 Agustus 1945 adalah kemerdekaan bangsa Indonesia dan 18 Agustus 1945 adalah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebelumnya Kyai Muchtar mengawali dengan menguraikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, yang secara singkat diabadikan didalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke dua. [suf]






