Ponorogo (beritajatim.com) – Semangat dan haru menyatu dalam suasana penuh makna di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kapuran, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.
Anak-anak berkebutuhan khusus tampak antusias mengikuti kegiatan istimewa bersama Sertu Nuril Muhsinin, Babinsa Koramil Tipe B 0802/07 Badegan.
Bukan hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, Sertu Nuril datang dengan hati, menyapa para siswa difabel layaknya sahabat yang membawa semangat baru.
Ia memberikan materi wawasan kebangsaan dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh empati. Beragam permainan outbond edukatif pun mewarnai sesi motivasi, yang ditutup dengan lantunan shalawat bersama, menciptakan suasana spiritual yang menyejukkan.
“Materi yang diberikan yaitu wawasan kebangsaan serta kegiatan motivasi berupa permainan-permainan juga siraman rohani shalawatan bersama,” ungkap Sertu Nuril, Rabu (6/8/2025).
SLBN Kapuran merupakan sekolah yang menaungi 85 siswa penyandang disabilitas, mulai dari tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, hingga autisme dan tunadaksa.
Dengan dukungan 18 guru dan pendamping, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Punjung Wibowo, sekolah ini terus mendorong siswanya untuk berdaya dan mandiri.
Kegiatan yang dilakukan Babinsa Kapuran tersebut pun mendapat apresiasi tinggi dari para tenaga pengajar. Tri Novembri Jalasanti, guru kelas I dan II untuk tunarungu-wicara, menilai sosok Sertu Nuril sebagai panutan bagi siswa.
“Bapak telah menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswa kami tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air,” ujarnya penuh semangat.
Hal senada diungkapkan Ervin Dwi Herianti, guru SLB lainnya. Ia menilai pendekatan Babinsa mampu menghadirkan nilai-nilai kebangsaan yang membekas secara emosional.
“Kehadiran Babinsa memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, dan wawasan kebangsaan kepada para peserta didik baru,” katanya.
Bagi Sertu Nuril, momen ini menjadi pengalaman batin yang membekas. Ia mengaku merasa tersentuh melihat semangat para siswa meski dalam keterbatasan.
“Terharu sekaligus bahagia melihat semangat para adik-adik yang dengan keterbatasan yang disandang, namun masih bersedia dengan senang hati, lapang dada penuh gembira mengikuti semua rangkaian kegiatan,” tutur Babinsa yang dikenal dekat dengan masyarakat ini.
Tak hanya memiliki semangat tinggi, siswa-siswi SLBN Kapuran juga menorehkan banyak prestasi. Dalam bidang olahraga, mereka sukses meraih penghargaan di cabang lompat jauh. Di sisi keterampilan, karya mereka dalam tata boga, tata busana, hingga batik, kerap menjadi sorotan dalam berbagai ajang pameran maupun lomba tingkat daerah dan nasional.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan inklusif tidak hanya membutuhkan metode belajar yang tepat, tetapi juga kehadiran sosok-sosok penuh empati yang siap menginspirasi dan menyemangati. Di SLBN Kapuran, Babinsa hadir sebagai pelita kecil yang menyinari semangat anak-anak luar biasa. (end/ted)






