Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu dan hampir setiap hari, membuat ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Ponorogo dengan Kabupaten Pacitan longsor dan amblas. Ruas jalan yang ambles itu terjadi di kilometer 225. Tepatnya di depan Masjid Darussalam masuk Dusun Bukul Desa Wates Kabupaten Ponorogo.
Dari pengamatan beritajatim.com di lokasi, ruas jalan yang amblas dan longsor lebih dari separuh badan jalan. Sehingga, jalan yang sebelumnya dua jalur itu, kini menjadi satu jalur. Alhasil, lalu lintas jalan akses utama ke Kabupaten Pacitan itu, kini dibuat dengan sistem buka tutup oleh warga.
“Sudah lama ruas jalan itu amblas. Mulanya ya tidak sampai separuh badan jalan. Namun, hujan yang turun terus menerus, akhirnya mengikis tanah dibawahnya dan kini lebih dari separuh dah ambles,” kata Zainul Rohman, salah satu pengendara yang lewat di ruas jalan yang ambles tersebut.
Dengan cuaca yang masih sering terjadi hujan, sangat rawan ruas jalan itu akan ambles lagi. Sehingga bisa berpotensi memutuskan ruas jalan tersebut. Sejumlah petugas terlihat melakukan pengurukan di jalan yang ambles tersebut. Selain itu, kendaraan besar masih saja diperbolehkan untuk lewat di jalan tersebut. Belum ada intruksi pengalihan jalur untuk kendaraan besar. Padahal, ketika kendaraan besar itu lewat, sudah memenuhi jalan yang ada.
“Sementara dilakukan pengurukan dan masih bisa dilalui untuk sisa jalan yang ada,” Pengamat Jalan Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Provinsi UPT Madiun, Amat Sair.
“Saat ini dilalukan pengurukan dan bisa dilalui, namun masih buka tutup,” imbuh Amat.
Perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, kondisi tanah di lokasi yang belum stabil. Jika dilakukan perbaikan sekarang, dikhawatirkan dengan cuaca yang masih turun hujan seperti saat ini, ruas jalan itu akan ambles lagi.
“Ya sementara dilakukan pengurukan dan lalu lintas dilakukan sistem buka tutup,” pungkasnya. [end/but]






