Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) melangsungkan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) di halaman depan kampus. Peringatan ini dilakukan dengan cara unik karena peserta upacara menggunakan pakaian adat daerah di Indonesia.
Upacara diikuti oleh seluruh dosen, karyawan, aktivis mahasiswa, mahasiswa berprestasi, pimpinan, yayasan, RSI Unisma, Smainus, dan politeknik Unisma. Pada peringatan ini Unisma memberikan reward berupa umroh kepada 10 orang dosen yang dianggap berprestasi .
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan bahwa penghargaan diberikan secara kelembagaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional. “Hari ini kami mengumumkan dosen dan karyawan mendapatkan reward untuk umroh. Ada 10 orang,” kata Rektor Unisma.
10 orang penerima reward umroh, yaitu Ir. M. Farid Wadjdi, M.P., Afandi, S.H., M.H., Drs. H. Ali Ashari, M.Pd., Budi Wahono, S.E., M.M., Dr. Siti Asmaniyah, S.P., M.P., Drs. Ahmad Anshory.
Suwarno, Dra. Lilik Ernawati Firdaus, M.Si., Rofida Rimajati, S.H., M. Mustofa, S.Ag. Dosen dan karyawan tersebut menerima penghargaan umroh tersebut dianggap telah memenuhi beberapa kriteria.
BACA JUGA:
Mahasiswa PBSI Unisma Malang Rasakan Pembelajaran di Kampus Lain
Mereka telah bekerja di Unisma minimal 10 tahun. Telah memiliki rekam jejak prestasi dan kontribusi yang signifikan dalam bidang, akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan atau pada bidang layanan dan administrasi. Menunjukkan komitmen terhadap etika kerja dan nilai-nilai Unisma. Kemudian, tidak pernah terlibat dalam pelanggaran etika atau kode etik Universitas Islam Malang.
Lebih lanjut, terkait pakaian adat Rektor menyebut merupakan bagian dari wajah Unisma sebagai kampus multikultural sehingga mengangkat budaya yang ada di daerah. Multikultural berarti dapat hidup berdampingan meski berbeda-beda.

“Kita sesungguhnya walaupun berbeda dari adat istiadat, suku, budaya dan agama tapi satu kesatuan yaitu Bhineka Tunggal Ika. Unisma mengangkat bhinneka tunggal ika itu, maka kami hadir untuk menciptakan harmonisasi melalui pengembangan iptek serta juga membawa moralitas yang tawasuth tawazun dan tasamuh,” lanjut Prof Maskuri.
Hari kemerdekaan, katanya, menjadi spirit Unisma karena memiliki kesamaan secara tema. HUT ke-78 mengusung tema ‘Terus Melaju Untuk Indonesia Maju,’ yang sejalan dengan gerakan Unisma untuk maju dari berbagai.
“Kami ingin terus maju di bidang akademik, kerjasama luar negeri, administrasi, sumber daya manusia, bidang kemahasiswaan bidang akreditasi, keagamaan, bahkan alumni semuanya bergerak maju. Ini adalah untuk sumbangsih pembangunan dan peradaban untuk Indonesia dan dunia,” katanya mengakhiri. (dan/but)






