Pacitan (beritajatim.com) – Hari pertama masuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA 23) Pacitan, Senin (14/7/2025), dipenuhi wajah-wajah penuh harap para siswa dari berbagai desa di Kabupaten Pacitan. Salah satunya adalah Nadjua Tihta Nadia Wardhani (15), siswi asal Desa Sawahan, Kecamatan Donorojo, yang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan awal.
Sejak pagi, Nadjua tiba di Gedung Karya Dharma, lingkungan Pendopo Kabupaten Pacitan, yang menjadi lokasi tes kesehatan dan kebugaran sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia datang ditemani keluarga yang turut memberikan semangat di hari penting itu.
“Senang banget, hari pertama masuk bisa ketemu teman-teman dari desa dan kecamatan lain se-Kabupaten Pacitan. Tadi diantar sama keluarga,” ujarnya sambil tersenyum.
Lulusan SMPN 2 Donorojo ini terkesan dengan fasilitas Sekolah Rakyat yang menurutnya sudah lengkap dan memiliki sistem keamanan baik. Nadjua yang sejak lama bercita-cita ingin menjadi polisi wanita pun semakin mantap menapaki langkahnya.
“Setelah lulus, saya ingin melanjutkan sekolah ke jurusan hukum dan menjadi Polwan,” imbuhnya penuh keyakinan.
Program Sekolah Rakyat mendapat sambutan positif dari masyarakat Pacitan, terutama keluarga dari kalangan kurang mampu. Suyitno, warga Dusun Kepek, Desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro, mengaku bersyukur cucunya, Arya Dinendra, bisa menjadi bagian dari SRMA 23 Pacitan.
“Sejak ibunya meninggal, Arya tinggal bersama saya. Mendengar ada program ini, saya langsung daftarkan dia. Kalau sekolah umum, biayanya besar, sedangkan kami tidak mampu,” ungkap Suyitno.
Ia menuturkan, di kampungnya banyak anak terpaksa putus sekolah setelah lulus SMP karena faktor ekonomi. Program ini menjadi harapan baru agar anak-anak di desanya tetap bisa bersekolah tanpa membebani keluarga.
“Banyak yang berhenti sekolah di tengah jalan karena biaya besar. Program ini sangat membantu warga kecil seperti kami,” katanya.
Suyitno berharap cucunya dapat menempuh pendidikan dengan baik dan kelak menjadi anak yang cerdas, sehingga bisa membantu kakek dan neneknya yang sudah tua. Saat ini, Arya juga ikut merawat neneknya yang tengah sakit stroke.
Masa pengenalan lingkungan sekolah di SRMA 23 Pacitan akan berlangsung selama sepekan sebelum para siswa resmi tinggal di asrama dan menjalani pembelajaran penuh. Sekolah Rakyat merupakan salah satu implementasi gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat, termasuk keluarga tidak mampu, wilayah terpencil, dan kelompok rentan putus sekolah. Program ini menjadi jalan baru untuk mewujudkan mimpi besar anak-anak desa seperti Nadjua. [tri/beq]






