Pasuruan (beritajatim.com) – TP PKK Kabupaten Pasuruan menggelar acara inspiratif di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti guna memperingati semangat perjuangan R.A. Kartini tahun ini. Fokus utama kegiatan tersebut diarahkan pada peningkatan kesadaran para perempuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan.
Rangkaian acara diawali dengan parade busana Kartini masa kini yang ditampilkan secara elegan oleh jajaran pengurus PKK dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Keindahan busana tradisional yang dikenakan para kader menjadi simbol bahwa semangat Kartini tetap hidup di tengah kemajuan zaman.
“Kami ingin meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin dan pemenuhan gizi seimbang bagi para ibu,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, dr. Tri Dinar Herturini. Beliau menegaskan bahwa edukasi ini sangat krusial dalam upaya bersama mencegah kasus stunting di wilayah Pasuruan.
Kegiatan berlanjut dengan sesi bincang sehat yang menghadirkan pakar psikoterapi dan dokter spesialis kandungan sebagai narasumber utama. Diskusi ini mengupas tuntas tantangan kesehatan yang dihadapi ibu hamil serta cara menjaga kesehatan mental dalam proses spiritual motherhood.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, menekankan bahwa peringatan ini merupakan momentum nyata untuk merefleksikan peran perempuan bagi bangsa. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan adalah bentuk perjuangan modern yang harus terus dikobarkan oleh seluruh kader.
“Kesehatan ibu hamil adalah fondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” kata drg. Merita Rusdi Sutejo saat memberikan sambutan. Ia mengajak para perempuan untuk menyadari bahwa dari rahim yang sehat akan lahir penerus bangsa yang unggul.
Istri Bupati Rusdi Sutejo tersebut juga menyoroti pentingnya peran PKK dalam mendampingi masyarakat guna menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Sinergi antara kader di lapangan dengan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan program pemerintah daerah dalam sektor kesehatan.
“Perempuan masa kini bukan hanya harus kuat, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” pungkas Merita mengakhiri pesannya. Acara kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para peserta melalui pembagian hadiah menarik dan pengundian doorprize. (ada/kun)






