Jember (beritajatim.com) – Dua sejarawan spesialis sepak bola dan Persebaya menyebut Beritajatim.com yang berulang tahun ke-19 sebagai motor penggerak literasi sepak bola, khususnya sepak bola lokal.
“Sebagai sumber dokumentasi perjalanan Persebaya, Beritajatim.com berperan sebagai motor penggerak literasi bagi pecinta sepak bola, khususnya bagi mereka yang menjadikan Persebaya sebagai kebanggaan,” kata Fery Widyatama, sejarawan yang menulis buku sepak bola era kolonial Belanda, Rabu (2/4/2024).
Fery menyebut Beritajatim.com berperan menghadirkan berita yang selalu aktual dan komprehensif, memperkuat citra Persebaya sebagai klub dengan basis suporter fanatik dengan sejarah panjang.
“Lebih dari sekadar media, Beritajatim.com menjadi penghubung antara klub dan Bonek, memastikan mereka selalu update dengan perkembangan tim,” kata Fery.
Sementara itu, Rojil Nugroho Bayu Aji, sejarawan sepak bola yang juga dosen Universitas Negeri Surabaya, menyebut Beritajatim.com telah membuktikan diri sebagai pilar penting dalam dunia literasi dan jurnalisme sepak bola di negeri ini.
“Selama hampir dua dekade, BeritaJatim konsisten menyajikan informasi yang akurat, mendalam, dan berimbang mengenai tim kebanggaan masyarakat Surabaya, Persebaya,” kata Rojil.
Menurut Rojil, Beritajatim.com membantu peningkatan literasi sepak bola masyarakat melalui ulasan yang cukup mendalam mengenai perjalanan Persebaya.
“Beritajatim.com juga menjadi solusi media yang edukatif dalam sepak bola. Melalui artikel-artikel yang mendalam dan analisis taktik, Beritajatim.com turut mengedukasi masyarakat tentang seluk-beluk sepak bola,” jelas Rojil.
Rojil juga memuji komitmen Beritajatim.com dalam menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. “Dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan independensi, Beritajatim.com menjadi contoh jurnalisme olahraga yang profesional,” katanya.
“Beritajatim.com tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga memberikan kritik konstruktif dunia sepak bola di negeri ini,” kata Rojil.
“Beritajatim.com bahkan sering memberikan ruang terbuka sebagai proses deliberatif bagi Bonek untuk didengar suaranya dan menjadi jembatan antara suporter dan tim,” tambah Rojil.
Menjelang satu abad ulang tahun Persebaya, Fery Widyatama berharap Beritajatim.com bisa lebih banyak mengulas perjalanan awal Persebaya, terutama di era kolonial.
“Masih banyak cerita yang perlu digali, mulai dari bagaimana klub ini pertama kali lahir, perkembangannya hingga era 1940-an, hingga masa pasca-kemerdekaan yang masih menyimpan banyak tanda tanya,” kata Fery.
Fery mengingatkan bahwa masa lalu selalu aktual dalam menatap masa depan. “Mengangkat sejarah ini bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga memperkuat identitas Persebaya sebagai bagian penting dalam sejarah sepak bola Indonesia,” kataya.
“Apalagi menjelang satu abad Persebaya, menggali akar sejarah klub ini bisa menjadi cara luar biasa untuk menyambut momen bersejarah tersebut dan memperkuat kebanggaan suporter,” kata Fery.
Penulis buku SIVB: Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926-1942 ini berharap.ada rubrik khusus yang membahas perjalanan Persebaya dari masa berdiri, era Perserikatan, hingga Liga 1.
“Tujuannya agar generasi sekarang lebih memahami bagaimana klub ini berkembang dan bertahan hingga kini,” kata Fery. [wir/beq]






