Bojonegoro (beritajatim.com) – Satu peserta warga negara asing (WNA) yang mengikuti kegiatan Bojonegoro Thengul International Folklor Festival (B-TIFF) di Kabupaten Bojonegoro tumbang. Satu peserta asing yang jatuh sakit itu harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Thomas Djaja membenarkan bahwa ada satu peserta gelaran B-TIFF dirawat di RSUD Bojonegoro karena sedang sakit. Peserta yang dirawat itu berasal dari Uzbekistan atas nama Almatov Sarvor Bakhrom Ugli.
“Dirawat di ruang Wijaya Kusuma selama satu hari, karena sakit batuk dan panas. Sekarang sudah sehat dan dipulangkan,” ujarnya, Senin (24/7/2023).
Untuk diketahui, gelaran Bojonegoro Thengul Internasional Folklor Festival (B-TIFF) dengan tema The Miracle of Thengul ini menghadirkan tamu atau delegasi dari empat negara. Keempat negara itu yakni India, Meksiko, Slovenia, Uzbekistan, dan tamu Indonesia dari Aceh.
BACA JUGA:
Kebakaran Sarang Burung Walet Bojonegoro, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
Acara dibuka oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah. Sesuai rilis yang dimuat di situs website resmi Pemkab Bojonegoro Anna Mu’awanah mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival (B-TIFF).
Ia berharap Bojonegoro bisa lima kali berturut-turut menggelar dan bisa terus mempromosikan budaya bangsa Indonesia termasuk budaya lokal di Bojonegoro.
BACA JUGA:
Merger SDN Sudah Final, Bupati Bojonegoro Minta Wali Murid Ikuti Aturan
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan B-TIFF ini akan dimasukkan ke agenda kalender tahunan jika memang nanti dari CIOFF bisa memberikan kriteria terbaik. Kesuksesan B-TIFF dan bisa mengundang tamu negara lain tergantung dari kesuksesan Kabupaten Bojonegoro dalam pelaksanaan. B-TIFF ini berlangsung dari 22-26 Juli 2023.
“Saya harapkan seluruh masyarakat Bojonegoro menyukseskan pelaksanaan ini. Maka harapan kami kedatangan tamu ini bisa terkesan dan menjadi daya tarik wisatawan,” jelas Bupati. [lus/beq]






