Yogyakarta (beritajatuim.com) – Yogyakarta darurat sampah masih belum berakhir sejak Juli hingga awal Oktober 2023 ini. Bahkan kondisinya semakin mangkrak dan menggunung di beberapa ruas jalan seputaran Kota Yogyakarta.
Pantauan Forum Pemantau Independen FORPI Kota Yogyakarta Senin (9/10/2023) di beberapa ruas jalan dan kawasan ditemukan sampah menggunung di kawasan Heritage Kotabaru Gondokusuman serta area kompleks sekolah.
Sampah menggunung ditemukan pada kawasan heritage Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta imbas dari tidak segera diambilnya sampah di depo jalan Merbabu, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta serta akumulasi imbas dari di tutupnya TPA Piyungan Bantul beberapa waktu lalu.
Bahkan gunungan sampah juga terjadi tidak jauh dari kompleks sekolah dasar.
Gunungan sampah ditemukan di Jalan Merbabu, Kotabaru, Yogyakarta, hingga menggunung ke pinggir jalan. Sampah-sampah tersebut menutupi akses jalan.
BACA JUGA:
Aliansi Buruh di Yogyakarta Peringati Oktober sebagai Bulan Inkonstitusional
Fachruddin AM didampingi Baharudin Kamba dari FORPI Kota Yogyakarta menegaskan akibat dari gunungan sampah tersebut muncul bau tidak sedap.
Sampah sudah ada sejak bulan Juli 2023 meskipun diambil sehari satu trip atau satu truk namun tidak bisa menghindari menggunungnya sampah.
Forpi Kota Yogyakarta memprediksi sampah yang menggunung di jalan Merbabu, Kotabaru, Yogyakarta ini tidak cukup diambil dalam waktu satu hari saja. Namun butuh waktu minimal satu minggu dan menambah armada untuk mengangkut sampah yang menggunung serta menambah SDM untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.
“Kami sangat berharap pasca-perayaan HUT Kota Yogyakarta ke-267 dapat segera menyelesaikan pekerjaan rumah belum terselesaikan yakni persoalan sampah,” jelasnya.
BACA JUGA:
Yogyakarta Rawan Bencana Namun Mitigas Belum Jangkau Kelompok Rentan Disabilitas
Selain itu respon cepat terkait aduan masyarakat perihal sampah yang menggunung segera ditindaklanjuti. Jangan menunggu viral di media sosial baru ada tindakan.
Hal lain dari hasil pemantauan Forpi Kota Yogyakarta yakni keberadaan Linmas yang biasanya mengawasi di dekat depo sampah kini sudah tidak nampak.
“Untuk itu penanganan sampah di Kota Yogyakarta perlu sinergitas semua pihak termasuk kesadaran masyarakat untuk kembali menggiatkan kembali gerakan zero sampah anorganik. Termasuk peningkatan kesejahteraan bagi SDM yang mengurusi persoalan sampah juga perlu dipikirkan,” tutupnya. [aje/beq]






