Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji menegaskan, jika ingin menjadi Ketua Umum Partai Golkar, maka ada mekanisme yang harus dilalui. Yakni, melalui Munas Luar Biasa (Munaslub) atau Munas yang rutin diselenggarakan lima tahun sekali.
“Untuk tampil sebagai ketum, memang ada mekanismenya. Apalagi kalau Munaslub, ada mekanisme yang harus diikuti. Persyaratan Munaslub di dalam AD/ART disebutkan Munaslub itu hanya bisa terjadi atas usulan DPD Partai Golkar Provinsi 2/3 di seluruh Indonesia,” katanya kepada wartawan di Kantor Golkar Jatim, Jumat (28/7/2023).
Sarmuji yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menjelaskan, Munaslub bisa terjadi jika ada dua hal mendesak yang melanda Golkar dan ada usulan dari DPD Provinsi.
Baca Juga: Pengurus Gerindra Jombang Silaturahmi dengan PCNU dan Minta Nasihat Para Kiai
“Jadi ada usulan dan atau persetujuan DPD Golkar Provinsi. DPD Provinsi di dalam melakukan permintaan dan persetujuan itu didasari beberapa hal. Karena kondisi darurat, ada hal ikhwal kegentingan yang memaksa, kemudian ada pelanggaran AD/ART atau DPP tidak bisa melaksanakan amanat Munas,” ujarnya.
“Nah, dari dua hal itu saat ini tidak terjadi dan belum terjadi. Pertama, belum ada suasana genting dan tidak ada ancaman ke partai per hari ini. Dan, tidak ada ikhwal kegentingan yang memaksa. Sampai hari ini belum ada pelanggaran AD/ART partai,” imbuhnya.
Sementara itu, Sarmuji juga memuji kedua tokoh yang menyatakan siap menjadi Ketua Umum Partai Golkar, yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Ketua Dewan Cabang PSHT Surabaya Larang Konvoi dan Arak-Arakan
Sarmuji menyebut Luhut sebagai sosok yang paten untuk Golkar. Sedangkan, Bahlil disebut Sarmuji sebagai sosok hebat.
“Kalau terkait Pak Luhut dan Pak Bahlil, Pak Luhut itu paten. Pak Bahlil itu orang hebat. Kedua-duannya punya kontribusi besar untuk bangsa dan negara. Keduanya bekerja luar biasa. Karena kalau tidak luar biasa, nggak mungkin diangkat menjadi menteri sama Pak Jokowi,” tuturnya.
Ketum Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) ini menyebut sosok Luhut atau Bahlil merupakan kader Golkar yang berkualitas dan mumpuni jika menjadi ketua umum Golkar.
Baca Juga: Persebaya vs Persija, Aji Tak Persoalkan Absennya Marko Simic
“Pak Bahlil juga oke, Pak Luhut luar biasa. Pak Bahlil punya kelebihan fleksibilitas politik, Pak Luhut punya kelebihan kewibawaan politik,” katanya.
“Apakah beliau berdua memenuhi syarat? Keduanya memenuhi syarat menjadi ketum Golkar. Apakah mampu keduanya jadi ketum? Keduanya punya kapasitas untuk menjadi partai Golkar. Hanya saja untuk bisa menjadi ketum ada mekanismenya. Mekanismenya harus melalui Munas atau Munaslub,” lanjutnya.
Dia menambahkan, jika Luhut dan Bahlil bisa bersama membangun Golkar, maka peluang memenangkan Pileg 2024 terbuka lebar.
Baca Juga: Sekda Hadi Sasmito: Semua OPD Pemkab Jember Harus Tancap Gas Pol
“Kalau Pak Luhut dan Pak Bahlil bisa bersama dengan yang lain, dengan Pak Airlangga Hartarto, dengan Pak Aburizal Bakrie, dan tokoh lainnya, Insya Allah Golkar akan semakin hebat,” tegasnya.
“Jadi, intinya Pak Luhut paten, Pak Bahlil hebat. Keduanya memungkinkan menjadi Ketum Golkar, tapi harus melalui mekanisme yang ada di partai,” pungkasnya. (tok/ian)






