Jombang (beritajatim.com) – Rendi Dwi Prasetyo (17), santri sekaligus siswa kelas X Madrasah Aliyah Salafiah Syafi’iah (MASS) Tebuireng Jombang, terlihat mantap memegang setang motor matic putih yang siap melaju di halaman Pondok Pesantren Tebuireng, Selasa (13/5/2025).
Helm putih terpasang di kepala, seragam abu-abu putih melekat di badan. Dengan penuh konsentrasi, ia menyusuri jalur khusus praktik berkendara yang dibuat oleh Satlantas Polres Jombang.
Aksi Rendi disaksikan ratusan pasang mata santri. Sesekali ia menoleh ke belakang, menyalakan lampu sein saat berbelok, dan mengendalikan gas dengan tenang. Ketika lintasan terakhir dilalui, tepuk tangan pun pecah.
“Alhamdulillah bisa melakukan praktik berkendara dengan baik. Awalnya sempat grogi,” kata Rendi usai praktik.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Coaching Clinic Ponpes Road Safety yang digelar Satlantas Polres Jombang di Tebuireng. Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan hadir langsung bersama Kasatlantas Iptu Rita Puspitasari serta jajaran. Dari pihak pondok, Sekretaris Umum Ponpes Tebuireng KH Abdul Ghofar juga turut hadir.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Mei 2025, terdapat sekitar 279 pelajar di Jombang yang terlibat kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini mendorong Polres untuk menyasar pondok pesantren dan sekolah dalam kampanye keselamatan berkendara.
“Baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Mereka mengalami luka ringan hingga berat. Oleh sebab itu kami menggelar safety road guna menjamin adik-adik pelajar yang sudah bisa menggunakan kendaraan bermotor di jalan agar tertib, aman, dan lancar,” ujar Kapolres Ardi.

Sebelum praktik lapangan, para santri dibekali teori penting tentang aturan lalu lintas, norma berkendara, jenis pelanggaran, hingga tata tertib di jalan raya. Pemateri dari Satlantas juga menyuguhkan tayangan video pelanggaran lalu lintas yang cukup menyita perhatian para santri.
“Kita memberikan penyuluhan dan pembinaan ini guna mengurangi angka kecelakaan,” tambah Kapolres.
Sekretaris Umum Ponpes Tebuireng KH Abdul Ghofar menyambut baik program tersebut. Ia berharap agar ilmu keselamatan berkendara yang diperoleh para santri bisa disebarkan ke rekan-rekannya.
“Sehingga ilmu yang didapat tidak berhenti. Tapi ditularkan ke santri lainnya. Sehingga hal tersebut bisa mengurangi angka kecelakaan,” ujarnya. [suf]






