Jombang (beritajatim.com) – Pagi yang cerah di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, berubah menjadi lautan manusia, Kamis (20/3/2025). Ribuan santri bersiap untuk pulang kampung dalam momen mudik bareng yang penuh kebersamaan.
Sejak pagi, halaman parkir pondok telah dipadati oleh santri yang tak sabar menanti keberangkatan mereka. Dengan tas dan koper di tangan, mereka bersiap menaiki bus yang akan membawa mereka ke berbagai kota di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Bali, Palembang, bahkan Belitung.
Mudik bareng ini bukan sekadar perjalanan biasa. Bagi sebagian santri, seperti Laila dari Tuban, ini adalah pengalaman pertama mereka pulang sendirian dengan bus. Namun, suasana di dalam kendaraan justru menciptakan kegembiraan tersendiri.
“Seru karena baru pertama kali pulang sendirian naik bus. Semoga bisa sampai tujuan dengan selamat kembali pada orang tua,” ujarnya dengan penuh semangat.
Puluhan armada bus telah disiapkan demi memastikan para santri sampai di rumah dengan aman dan nyaman. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 67 bus mengangkut lebih dari tiga ribu santri dalam perjalanan mudik ini.
Jaminan Keamanan dan Kenyamanan
KH. Mochamad Irfan Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik bareng ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan santri.
“Alhamdulillah, hari ini ada 67 kendaraan bus dengan total sekitar tiga ribu santri yang akan pulang. Mereka lebih terjamin keamanannya, karena menjelang mudik ini transportasi umum cukup sulit. Dengan cara ini, mereka tidak harus berpencar dan bisa sampai tujuan dengan selamat,” ujarnya.
Mudik bareng ini menjadi momentum berharga bagi para santri untuk melepas rindu dengan keluarga setelah sekian lama menjalani kehidupan pesantren. Selama dua minggu ke depan, mereka akan menikmati liburan sebelum kembali menuntut ilmu di pondok tercinta.
Kisah mudik santri Tebuireng ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan perjalanan penuh harapan dan kebersamaan. Perjalanan yang mengajarkan arti persaudaraan, kemandirian, dan rasa syukur saat akhirnya kembali ke pangkuan keluarga. [suf]






