Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Magister Keperawatan Peminatan Anak, Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair), menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pesantren Al-Izzah, Kota Batu, Malang. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi SANTRI SMART: Sehat, Mandiri, Anti Rokok, Tolak LGBT”, sebagai upaya membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berakhlak mulia.
Wakil Dekan III Bidang Riset, Teknologi, dan Inovasi Fakultas Keperawatan Unair, Nuzul Qur’aniati, S.Kep., Ns., M.Ng., Ph.D, yang turut menjadi fasilitator kegiatan, menyebut bahwa Santri SMART merupakan langkah konkret dunia akademik dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan karakter generasi penerus bangsa.
“Kami ingin para santri menjadi pelopor gaya hidup sehat dan memiliki ketahanan moral di tengah derasnya arus informasi global,” ujar Nuzul Qur’aniati.
Program Santri SMART muncul sebagai respons terhadap meningkatnya perilaku berisiko di kalangan remaja, seperti kebiasaan merokok, penggunaan vape, hingga paparan ideologi LGBT melalui media sosial. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi moral dan karakter anak bangsa.
Melalui konsep “SMART” — Sehat, Mandiri, Anti Rokok, Tolak LGBT — para santri didorong untuk menjadi pribadi unggul dalam ilmu agama sekaligus cerdas menjaga kesehatan diri serta tangguh menghadapi pengaruh negatif zaman.
Bagian pertama dari konsep Santri SMART menekankan pentingnya hidup sehat sebagai bagian dari keimanan. Mahasiswa Unair mengajarkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren, seperti mandi dua kali sehari, mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan kamar, hingga menerapkan etika batuk yang benar.
Kegiatan edukatif dilakukan secara interaktif agar santri memahami bahwa kebersihan merupakan bagian dari ibadah. Menutup mulut dengan siku saat batuk, mencuci tangan sebelum makan, dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi simbol keimanan yang diwujudkan dalam perilaku nyata.
Nilai kemandirian juga menjadi fokus utama dalam program ini. Santri yang hidup jauh dari keluarga dilatih untuk mengurus diri sendiri, mengatur waktu, dan bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Mahasiswa Unair memberikan pelatihan agar para santri tidak hanya mandiri secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial. Mereka diajarkan memilah informasi di media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif. Para santri juga dilatih menjadi kader kesehatan pesantren yang siap menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai lebih dari 70 juta orang, dan sebagian besar merupakan remaja. Tren penggunaan vape pun semakin meningkat, meski sama-sama berisiko terhadap kesehatan paru-paru dan jantung.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahaya nikotin dari sisi ilmiah dan keagamaan. Menjaga tubuh dari zat berbahaya dianggap sebagai perintah agama, sehingga menolak rokok dan vape bukan hanya pilihan kesehatan, melainkan juga bentuk ketaatan serta rasa syukur atas tubuh yang sehat.
Fenomena LGBT kini menjadi tantangan moral global, termasuk di kalangan remaja pesantren. Melalui Santri SMART, mahasiswa Unair memberikan edukasi psikologis dan spiritual agar santri memahami identitas diri sesuai nilai agama.
Pendekatan yang digunakan bukan dengan kebencian, tetapi dengan empati dan pemahaman nilai keagamaan. Santri diajak untuk menolak perilaku menyimpang tanpa kehilangan rasa hormat terhadap sesama manusia. Diharapkan, para santri mampu menjadi benteng moral yang santun, rasional, dan berkeadaban.
Program Santri SMART menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Unair dalam memperkuat pendidikan karakter bangsa. Lebih dari sekadar kegiatan sosial, gerakan ini diharapkan dapat melahirkan santri berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
Kegiatan di Pesantren Al-Izzah, Kota Batu, mendapat sambutan positif dari para santri dan pengasuh pesantren. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Pada akhirnya, melalui Santri SMART, Universitas Airlangga berkomitmen membangun generasi muda yang kuat secara jasmani, rohani, dan moral. Sebab, membangun bangsa yang sehat berawal dari membentuk pribadi yang sehat tubuh, pikiran, dan akhlaknya. (aga/ted)






