Jombang (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Miagan Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang berdesakan untuk berebut tumpeng raksasa yang berisi hasil bumi, Sabtu (2/3/2024). Sedekah bumi yang menyuguhkan gunungan hasil bumi tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.
Siti Farikha (56) langsung merangsek maju mendekati tumpeng raksasa yang berisi aneka hasil bumi. Dia tidak sendiri, tapi ratusan warga juga melakukan serupa. Saat itu tumpeng raksasa tersebut sedang diarak di jalan desa.
Tentu saja, warga yang sudah menyemut ini saling berdesakan dan saling dorong. Begitu mendapatkan hasil bumi, mereka kemudian mundur. Senyum Farikha langsung merekah begitu mendapat kubis dan terong. Dia girang bukan kepalang.
Dari pengeras suara, panitia terus mengimbau agar warga tertib dalam berebut gunungan tersebut. Dalam sekejab, tumpeng raksasa tersebut ludes tak tersisa. Aneka macam sayuran hasil rebutan itu kemudian dibawa pulang.
“Nanti dimasak di rumah. Meski berdesakan tapi seru. Senang bisa mendapatkan sayur dari gunungan. Semoga tahun depan acara seperti ini digelar lagi oleh pihak desa,” kata Farikha sembari memamerkan sayuran yang ia dapat.
Kemeriahan itu terlihat sejak pagi. Tumpeng raksasa diarak keliling Desa Miagan Kecamatan Mojoagung. Selain tumpeng hasil bumi, sejumlah ornamen keagamaan juga diarak. Semua semakin klop dengan iringan musik.
Belum sampai garis finish, warga sudah menghadang tumpeng raksasa yang berisi sayur, buah, serta hasil bumi lainnya. Tanpa dikomando, warga berebut hasil bumi itu. Ada yang terjepit, ada pula yang terdorong. Namun semuanya bergembira.
Kepala Desa Miagan Antok Budi Subagyo mengatakan, sebanyak 25 tumpeng diarak dalam sedekah desa menyambut datangnya bulan Ramadan itu. Tumpeng tersebut berasal dari masing-masing RT. Semua potensi yang ada di Desa Miagan ditampilkan.
“Selain menyambut datangnya bulan suci Ramadan, juga sebagai ajang gelar potensi desa. Ini diikuti 25 RT yang menampilkan masing-masing tumpeng. Kemudian ada satu tumpeng induk yang disiapkan oleh desa. Tumpeng induk itulah yang dibuat berebut oleh warga,” ujar Kades Miagan. [suf]






