Jombang (beritajatim.com) – Sahabat KH Abdurrahaman Wahid (Gus Dur) yang berada di Desa Betek Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang, H Ahmad Su’udi Yatmo, memiliki amalan khusus setiap malam 1 Muharram. Dia menuliskan bismillah di malam 1 Muharram 1445 H.
Lafaz tersebut ditulis di atas kertas putih. Jumlahnya 10 lafaz. Tulisan yang ia sebut rajah itu kemudian disimpan di tempat khusus. “Bisa juga dibalut dalam kain, kemudian dipakai ikat pinggang,” ujar Kaji Su’udi, panggilan akrab H Ahmad Su’udi Yatmo, Rabu (19/7/2023).
Selain untuk dirinya sendiri, terkadang Su’udi juga dimintai tolong koleganya untuk menuliskan rajah tersebut. Su’udi menulis menggunkan bulpoin. “Seperti ini bentuknya,” kata Su’udi sembari menunjukkan lafaz bismillah di atas selembar kertas yang ditulisnya pada malam 1 Muharram.
BACA JUGA:
Penghormatan untuk Gus Dur, Sajian Daging Babi Diganti Kambing
Apa manfaat rajah tersebut? Pria yang rumahnya pernah disinggahi Gus Dur ini menjelaskan, keutamaan menulis bismillah pada malam 1 Muharram adalah mendapat perlindungan Allah SWT agar terhindar dari segala macam musibah dan keburukan seumur hidup. Tentu saja, penulisan dilakukan dengan menggunakan bahasa Arab.
“Muharram salah satu bulan mulai dalam Islam. Keutamaan yang menjadikan Muharram sebagai bulan istimewa adalah sebagai bulan pertama dalam penanggalan hijriah. Tanggal 1 Muharram merupakan tanda peristiwa hijrahnya Rasulullah darii Mekah ke Madinah yang terjadi pada tahun 622 masehi,” katanya.
Selain dikenal dekat dengan Gus Dur, tokoh NU Kecamatan Mojoagung ini juga sangat dekat dengan pelawak Srimulat, Asmuni. Kaji Su’di masih ingat, saat tasayakuran haji tahun 2002, dirinya mengundang Gus Dur dan Asmuni.
BACA JUGA:
Ketika Gus Dur dan Cak Nun ‘Ludrukan’
Kedua tokoh tersebut pun hadir. Gus Dur dan Asmuni yang sama-sama berasal dari Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang ini berdua di atas panggung. Gus Dur menyampaikan ceramahnya di hadapan tamu undangan. Saat itu pengunjung meluber.
“Gus Dur pernah ke rumah saya saat acara tasyakuran haji tahun 2002. Asmuni juga datang,” kata Su’udi sembari menunjukkan album berisi foto Gus Dur dan Asmuni serta kemeriahan acara yang dihelat di rumahnya, Desa Betek Kecamatan Mojoagung. [suf]






