Surabaya (beritajatim.com) – Pemain Deltras FC asal Indonesia Timur, Safitra Udu menceritakan bagaimana dirinya mengontrol emosi ketika menghadapi tim yang memiliki permainan cukup keras di pertandingan.
Dua musim membela Deltras FC, Safitra mengaku sudah beberapa kali bertemu tim berkarakter keras, salah satunya Persibo Bojonegoro dan Barito Putra.
Menurutnya, situasi seperti itu kerap membuat pemain harus menjaga mood agar tetap stabil. Permainan keras lawan, seperti ketika menghadapi Barito Putra, bisa memicu rasa frustrasi dan naik turun emosi.
“Mungkin kita bermain sedikit frustasi ya kita lagi kejar pemain lalu pemain lawan jatuh dan intensitas permainan lagi tinggi mereka jatuh turun lagi jadi sedikit emosi dan frustasi,” ungkap Safitra, Selasa (22/9/2025).
Namun, ia menegaskan tim mampu meredam emosi dengan mengikuti ritme permainan lawan. Baginya, penting untuk tetap fokus karena tidak ada yang tahu apakah pemain lawan benar-benar mengalami cedera atau sekadar mencari alasan untuk mengulur waktu.
“Kita tidak tahu apa alasan mereka melakukan hal-hal seperti itu, memancing emosial dan saya juga tidak tahu apakah itu hanya alasan yang jatuh atau memang cidera saya tudak tahu hanya dia dan tuhan yang tahu,” imbuhnya.
Safitra menambahkan bahwa pengalaman musim lalu memberi pelajaran penting bagi skuad Laskar Delta. Kontrol emosi dan kesabaran kini menjadi fokus utama agar tidak terjebak dalam permainan lawan di setiap pertandingan. [way/ian]






