Lumajang (beritajatim.com) – Alarm siaga kembali ditujukan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur lewat aktivitas vulkanis berupa erupsi, Sabtu (8/5/2025). Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan, erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 20.47 WIB dengan tinggi kolom teramati mencapai 700 meter di atas puncak.
Erupsi itu juga membentuk kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. “Terjadi erupsi Gunung Semeru pada, Sabtu 10 Mei 2025 pukul 20.47 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sejauh 700 meter di atas puncak,” kata Petugas PPGA Semeru di Gunung Sawur Liswanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono menjelaskan, intensitas erupsi yang masih fluktuatif membuat aktivitas masyarakat masih dibatasi di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Selain itu, masyarakat juga direkomendasikan untuk tidak melakukan aktivitas di jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
“Ini di luar jarak 8 kilometer pembatasan di jarak 500 meter juga direkomendasikan ke masyarakat karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” katanya, Sabtu (10/5/2025) malam.
Status Gunung Semeru yang masih berada di level II (waspada) membuat masyarakat masih direkomendasikan untuk membatasi jarak aktivitas dengan menjauhi daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung Semeru saat cuaca sedang buruk.
Pembatasan jarak bertujuan untuk mengantisipasi dan mewaspadai potensi munculnya awan panas dan guguran lava. Selain itu dikhawatirkan juga bisa berdampak terlanda banjir lahar Gunung Semeru yang muncul saat cuaca buruk. “Harus tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” ungkapnya. (has/kun)






