Kediri (beritajatim.com) – Ditinggal berdagang pada saat acara Harlah Pondok Pesantren Sabilu Taubah yang diasuh oleh Gus Iqdam di Blitar, rumah Sri Astutuik Wahyudi (44) di Kediri dibobol maling. Setelah diselidiki oleh polisi, pelakunya ternyata tetangga korban.
Mohamad Saipul Fuad (27) tak bisa berkutik. Residivs kambuhan asal Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri itu harus meringkuk lagi di penjara setelah ketahuan mengobok-obok rumah tetangganya sendiri.
Kapolsek Kras AKP I Nyoman Sugita mengatakan, penangkapan Mohamad Sipaul bermula dari laporan korban yang mengaku rumahnya dibobol maling.
“Aksi pencurian itu dilakukan pelaku saat rumah korban kosong ditinggal berjualan pada acara Harlah Ponpes Sabilu Taubah, Gus Iqdam di Blitar, pada Sabtu 17 Februari 2024 kemarin,” kata AKP I Nyoman Sugita, pada Jumat (1/3/2024).
Ketika pulang, mendapati pintu belakang rusak. “Korban seketika kaget saat melihat pintu belakang rumah keadaan rusak,” terang Kapolsek Kras AKP I Nyoman Sugita.
Penasaran, korban langsung mengecek seisi barang rumahnya. Alhasil, 1 ponsel merek Oppo A5S warna biru, 1 laptop merek Dell beserta tasnya, dan uang Rp 7,5 juta yang disimpan di dalam kamar hilang.
“Mendapati ponsel, laptop dan uang hilang korban langsung melapor. Untuk kerugian total Rp 14,5 juta,” terang AKP Nyoman.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya petugas berhasil mengamankan pelaku di rumahnya. Dari keterangan pelaku, barang bukti ponsel itu telah dijual di counter HP di Desa Setonorejo Kecamatan Kras dan sedangkan laptop digadaikan di wilayah Ringinrejo Kediri.
Selain itu, pelaku juga mengakui sudah melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali di desanya sendiri. Yang keduanya itu di toko depan Kantor Desa Rejomulyo. “Pelaku merupakan residivis kasus yang sama dan ditahan di Tulungagung,” ungkap AKP Nyoman. [nm/but]






