Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik mencatat pertumbuhan produksi pupuk sepanjang 2025 hingga semester pertama ditengah tantangan industri pupuk global. Kinerja tersebut diikuti percepatan investasi pada fasilitas produksi, logistik, pasokan energi, hingga program dekarbonisasi untuk memperkuat daya saing perusahaan.
Sepanjang 2025, produksi pupuk mencapai 4,68 juta ton atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan realisasi 2024 sebesar 4,47 juta ton. Tren positif berlanjut pada semester pertama 2026 dengan produksi 2,72 juta ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,43 juta ton.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis agar mampu menghadapi dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku, sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Untuk meningkatkan fleksibilitas produksi, perusahaan memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V berteknologi Flex-Phos yang memungkinkan satu fasilitas memproduksi berbagai jenis pupuk sesuai kebutuhan pasar,” katanya di sela-sela peringatan ulang tahun ke 54 Petrokimia Gresik, Jumat (10/7/2026).
Di sisi hulu lanjut dia, Petrokimia Gresik juga membangun dua tangki asam sulfat berkapasitas total 40 ribu ton sehingga kapasitas penyimpanan meningkat menjadi 100 ribu ton.
“Kami juga melakukan penguatan infrastruktur juga dilakukan melalui pembangunan dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 DWT dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun,” ungkapnya.
Sementara itu, kerja sama pasokan gas dari Lapangan MDA-MBH dan Wilayah Kerja Ketapang diproyeksikan menambah suplai sekitar 30–35 MMSCFD untuk mendukung operasional hingga 2035.
Selain memperkuat operasional, perusahaan juga mempercepat transformasi menuju industri rendah karbon. Pada 2025, Petrokimia Gresik ditunjuk sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian sebagai bagian dari roadmap dekarbonisasi 2025–2030.
Menurut Daconi, strategi tersebut diarahkan agar perusahaan semakin adaptif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. [dny/ian]






