Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persebaya Surabaya. Loyalis Bonek, Andie Peci atau Andi Kristiantono, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) setelah menjalani perawatan di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya akibat sakit.
Bonek militan kelahiran Madiun itu dikenal sebagai salah satu sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan Persebaya, khususnya saat memperjuangkan klub pada masa dualisme sepak bola Indonesia.
Dikenang sebagai Pejuang Persebaya
Kepergian Andie Peci meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama Bonek. Salah satunya disampaikan Syaiful Ulum, Bonek asal Kupang Segunting, Surabaya, yang mengaku sering melihat Andie menjadi capo di tribun Stadion Gelora 10 November saat mendukung Persebaya pada era 1990-an.
Menurut Ulum, Andie menjadi salah satu figur yang menginspirasi banyak Bonek untuk terus memperjuangkan eksistensi Persebaya, terutama ketika klub menghadapi masa dualisme pada 2010.
“Saya pribadi tidak mengenal dekat, tetapi saya tahu beliau adalah salah satu pentolan Bonek yang ikut memperjuangkan status Persebaya saat dualisme pada 2010 lalu,” ungkap Ulum.
Ia menilai Andie merupakan salah satu garda terdepan dalam memperjuangkan nasib Persebaya, termasuk melalui jalur hukum hingga status keanggotaan klub di PSSI kembali dipulihkan. Selain aktif di dunia suporter, Andie juga dikenal sebagai aktivis buruh.
“Banyak hal yang telah diperjuangkan beliau selama menjadi Bonek. Intinya, beliau adalah orang yang berada di garda terdepan memperjuangkan nasib Persebaya dan juga buruh karena aktif di Aliansi Buruh Indonesia,” tambahnya.
Warisan Semangat bagi Bonek
Hal senada disampaikan Luqman Hakim, Bonek asal Kupang, Surabaya. Menurutnya, Andie Peci merupakan sosok yang berpengaruh bagi perjalanan Persebaya hingga kembali berkompetisi di Liga Indonesia setelah sebelumnya dibekukan.
“Banyak perjuangan beliau untuk Persebaya. Saya juga teringat ketika Presiden Persebaya menjenguk almarhum di rumah sakit dan berpesan semoga Persebaya juara,” ujarnya.
Luqman berharap semangat perjuangan almarhum dapat menjadi teladan bagi generasi Bonek berikutnya.
“Dari almarhum kita bisa belajar memperjuangkan dan mencintai klub kita, apa pun keadaannya,” katanya.
Kabar wafatnya Andie Peci mengejutkan banyak suporter, meski sebelumnya sejumlah pihak telah mengetahui bahwa ia tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Rencananya, jenazah almarhum akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Madiun untuk dimakamkan. (way/but)






