Surabaya (beritajatim.com) – Penyebab meninggalnya Rudy William Keltjes diungkapkan oleh putranya Stefan Rullin Keeltjes, hari ini Rabu (23/10). Menurut Stefan, Rudy Keltjes akibat serangan jantung yang dialaminya saat menjalani perawatan di RS William Booth Hospital Surabaya.
Stefan Rullin Keeltjes mengatakan bahwa semula ayahnya mengeluh sakit di bagian lambung pada Selasa (22/10/24) malam. Kemudian dirujuk ke rumah sakit di pagi hari ini, Rabu (23/10) pukul 06.00 WIB.
“Tadi pagi sama istri saya diantar ke rumah sakit, di rumah sakit sama. Keluhannya lambung. Masuk UGD tapi begitu di cek ada sedikit gangguan jantung,” ungkap Stefan Rullin Keeltjes, Rabu petang.
Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Rudy Keltjes itu sempat merasa bugar setelah mendapatkan penanganan dokter. Bahkan dirinya juga berbincang bersama Stefan menjelang siang hari.
“Saya datang dari Gresik langsung ke UGD sempat ngobrol juga sama papi, habis itu ndak lama papi pindah ke kamar,” ucap Coach Gresik United tersebut.
Setelahnya, Stefan bilang dirinya keluar membeli belanjaan. Di waktu yang sama, dirinya mendapat kabar setiba di rumah sakit kalau ayahnya (Rudy) serangan jantung.
“Saya sama istri ijin, tahu-tahu saya balik ke rumah sakit, papi kena serangan jantung gitu,” kata dia.
Diceritakan Stefan, dokter saat itu sudah berupaya menolong orang kesayangan Stefan itu dengan alat bantuan CPR jantung. Kendati demikian takdir menentukan bahwa ikon sepak bola Rudy Keltjes berpulang menghembuskan napas terakhir di usia 72 tahun.
“Diagnosa dokternya serangan jantung, ada penyumbatan di pembuluh darah jantungnya,” ucap Coach Stefan. [ama/but]






