Gresik (beritajatim.com) – Dunia sepak bola di Kabupaten Gresik berduka atas wafatnya Rubyanto, mantan pemain Petrokimia Putra era Galatama. Kabar duka ini beredar melalui grup Asosiasi PSSI Kabupaten Gresik, Senin (2/6/2025).
Rubyanto, yang merupakan putra asli Gresik, meninggal dunia pada pagi hari akibat sakit. Ia dikenal sebagai sosok yang turut membesarkan sepak bola Kota Pudak di kancah nasional pada era 1980-an. Rubyanto seangkatan dengan sejumlah nama besar seperti mantan kapten timnas Ferry Raymond Hattu, Widodo C. Putro, Puji Purnawan, Encang Ibrahim, dan kiper M. Hadi.
“Saya pernah bermain satu tim bersama almarhum di Petrokimia Putra tahun 1988 sewaktu pertama kali ikut kompetisi galatama,” ujar M. Hadi, pelatih kiper Madura United.
Hadi mengenang Rubyanto sebagai bek tengah (stopper) yang tangguh. Pada tahun pertama mengikuti kompetisi Galatama 1988, Petrokimia Putra langsung menunjukkan tajinya dengan finis di posisi keempat dan mampu bersaing dengan klub-klub besar seperti Krama Yuda Tiga Berlian, Niac Mitra, Pelita Jaya, dan Arseto Solo.
Setelah pensiun sebagai pemain, Rubyanto melanjutkan pengabdiannya sebagai karyawan Petrokimia Gresik. Kiprahnya di dunia sepak bola tak berhenti di lapangan hijau. Ia sempat melatih sejumlah klub, di antaranya Mojokerto Putra dan Persegi Gianyar.
Kepergian Rubyanto menyisakan duka mendalam bagi insan sepak bola Gresik. Banyak yang mengenangnya sebagai pribadi yang penuh dedikasi dan cinta terhadap dunia olahraga, khususnya sepak bola. [dny/beq]






